Stok Golongan Darah B di PMI Kab Pasuruan Kritis

BANGIL, Radar Bromo – Puluhan agenda donor darah masal di Kabupaten Pasuruan dibatalkan selama pandemi. Akibatnya, stok darah di Unit Transfusi Darah PMI Kabupaten Pasuruan semakin berkurang.

Bahkan, untuk golongan darah tertentu, kondisinya semakin kritis. Seperti untuk golongan darah B. Hanya ada sembilan kantong darah. Masing-masing, whole blood (WB) yang hanya tiga kantong. Dan thrombocyte concentrate (TC) yang hanya enam kantong. Bahkan, untuk packed red cell (PRC) pada golongan darah B, kosong.

Humas Unit Transfusi Darah PMI Kabupaten Pasuruan Soni Sumarsono menuturkan, cadangan darah di PMI Kabupaten Pasuruan memang kritis. Hanya ada 135 kantong darah yang tersisa.

Terdiri atas golongan darah A sebanyak 48 kantong. Golongan darah B sebanyak 9 kantong, dan golongan darah O sebanyak 64 kantong. Serta golongan darah AB sebanyak 14 kantong. “Total ada 135 kantong darah yang tersedia. Jumlah tersebut, jelas sangat kritis,” jelas Soni.

Terutama, untuk golongan darah B. Sebab, hanya ada sembilan kantong. Padahal, permintaannya bermunculan hampir setiap harinya. Meski jumlahnya tidak menentu.

“Karena itulah, kami berharap masyarakat bisa mendatangi UTD PMI Kabupaten Pasuruan untuk mendonorkan darahnya. Karena cadangan yang ada, benar-benar semakin menipis,” sambungnya.

Kondisi itu diakuinya tidak akan sampai terjadi jika pandemi korona tidak mewabah. Pasalnya, sejak korona menyerang, banyak kegiatan sosial donor darah yang dibatalkan. Baik perusahaan, organisasi masyarakat, hingga sekolah.

Setidaknya, ada 57 kegiatan donor darah masal yang dibatalkan. Pembatalan itu berlangsung sejak April hingga Mei 2020. Padahal, kegiatan donor darah masal menjadi “tumpuan” dalam menjaga stabilitas kantong darah. (one/mie)