alexametrics
31.7 C
Probolinggo
Saturday, 13 August 2022

Normalisasi di Kab Pasuruan Baru Rampung di 25 Titik

BANGIL, Radar Bromo – Tahun ini Pemkab Pasuruan menargetkan normalisasi terhadap 80 jaringan irigasi di wilayahnya. Namun, pengerjaan normalisasi itu belum bisa dituntaskan hingga saat ini.

Berbagai faktor menjadi hambatan. Bukan hanya terkait ketersediaan anggaran, tetapi juga kendala medan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Misbah Zunib menjelaskan, sejumlah saluran irigasi di Kabupaten Pasuruan mengalami pendangkalan. Pendangkalan itu memicu sejumlah masalah di masyarakat.

Mulai dari terhambatnya saluran irigasi kepada warga. Hingga, luapan air yang bisa memicu luberan ke perkampungan hingga genangan air. “Pendangkalan itu bisa diatasi dengan normalisasi di setiap saluran air tersebut,” kata Misbah.

Menurut Misbah, pihaknya menargetkan setidaknya bisa menormalisasi saluran air di 80 titik tahun ini. Langkah tersebut dimaksudkan agar semakin banyak saluran air dikembalikan fungsinya. Sehingga, risiko banjir dan terhambatnya air bisa diatasi.

Hanya memang, sejauh ini belum semuanya bisa dituntaskan. Karena baru sekitar 25 titik saluran air yang rampung dinormalisasi. Kegiatan tersebut tersebar di sejumlah kecamatan. Seperti di Mojoparon, Kecamatan Rembang; Carat, Kecamatan Gempol; dan beberapa titik lainnya. Beberapa faktor menjadi alasannya.

Selain sulitnya medan dan kendala hujan, juga ketersediaan anggaran. Terlebih lagi, adanya momen Lebaran, yang membuat pihaknya menghentikan sementara kegiatan normalisasi saluran air tersebut.

“Belum berjalan kembali karena baru libur Idul Fitri. Kami juga masih menghitung ketersediaan anggaran untuk bisa melanjutkan pelaksanaan kegiatan normalisasi tersebut,” bebernya. (one/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Tahun ini Pemkab Pasuruan menargetkan normalisasi terhadap 80 jaringan irigasi di wilayahnya. Namun, pengerjaan normalisasi itu belum bisa dituntaskan hingga saat ini.

Berbagai faktor menjadi hambatan. Bukan hanya terkait ketersediaan anggaran, tetapi juga kendala medan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Misbah Zunib menjelaskan, sejumlah saluran irigasi di Kabupaten Pasuruan mengalami pendangkalan. Pendangkalan itu memicu sejumlah masalah di masyarakat.

Mulai dari terhambatnya saluran irigasi kepada warga. Hingga, luapan air yang bisa memicu luberan ke perkampungan hingga genangan air. “Pendangkalan itu bisa diatasi dengan normalisasi di setiap saluran air tersebut,” kata Misbah.

Menurut Misbah, pihaknya menargetkan setidaknya bisa menormalisasi saluran air di 80 titik tahun ini. Langkah tersebut dimaksudkan agar semakin banyak saluran air dikembalikan fungsinya. Sehingga, risiko banjir dan terhambatnya air bisa diatasi.

Hanya memang, sejauh ini belum semuanya bisa dituntaskan. Karena baru sekitar 25 titik saluran air yang rampung dinormalisasi. Kegiatan tersebut tersebar di sejumlah kecamatan. Seperti di Mojoparon, Kecamatan Rembang; Carat, Kecamatan Gempol; dan beberapa titik lainnya. Beberapa faktor menjadi alasannya.

Selain sulitnya medan dan kendala hujan, juga ketersediaan anggaran. Terlebih lagi, adanya momen Lebaran, yang membuat pihaknya menghentikan sementara kegiatan normalisasi saluran air tersebut.

“Belum berjalan kembali karena baru libur Idul Fitri. Kami juga masih menghitung ketersediaan anggaran untuk bisa melanjutkan pelaksanaan kegiatan normalisasi tersebut,” bebernya. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/