alexametrics
25.9 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Butuh Penyedot Air, Pemkab Pasuruan Hanya Mampu Pinjam

PASURUAN, Radar Bromo – Pemkab Pasuruan membutuhkan mesin penyedot air dalam mengatasi banjir yang selama ini kerap terjadi. Terutama untuk mengatasi genangan air di permukiman warga. Sayangnya itu belum bisa dimiliki.

Pemkab Pasuruan telah mengajukan bantuan kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat. Namun, belum terealisasi. “Memang butuh pompa penyedot air ketika hujan. Tapi, belum bisa kami dapatkan,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Ridwan Haris.

Haris menjelaskan, Pemkab Pasuruan memang memiliki satu penyedot air. Hanya saja alat tersebut memanfaatkan tenaga listrik, sehingga ketika hujan rentan digunakan.

Selama ini, pihaknya meminjam dari Pemprov Jawa Timur. Alat bertenaga bahan bakar minyak (BBM) itu digunakan untuk menyedot air ketika kawasan permukiman tergenang. Kemudian dialirkan ke sungai.

Seperti yang pernah dilakukan di Rejoso Lor. Ketika banjir menggenang, air dialirkan ke sungai yang volumenya turun. Sehingga, genangan di kawasan pemukiman lebih bisa cepat surut.

“Untuk pengadaan seperti milik Pemprov Jatim, belum. Kami memilih untuk berkoordinasi dengan Pemprov Jatim. Mereka siap untuk meminjamkan alat, karena rata-rata sungai yang meluap kewenangan Pemprov Jatim,” jelasnya.

Ia mengaku sudah mengajukan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Pusat. Namun, sejauh ini belum mendapatnya. “Kami belum mendapatkan bantuan dari Provinsi. Memang ada alat pompa air dari Provinsi, tapi itu sebatas pinjam,” ujarnya. (one/rud)

PASURUAN, Radar Bromo – Pemkab Pasuruan membutuhkan mesin penyedot air dalam mengatasi banjir yang selama ini kerap terjadi. Terutama untuk mengatasi genangan air di permukiman warga. Sayangnya itu belum bisa dimiliki.

Pemkab Pasuruan telah mengajukan bantuan kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat. Namun, belum terealisasi. “Memang butuh pompa penyedot air ketika hujan. Tapi, belum bisa kami dapatkan,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Ridwan Haris.

Haris menjelaskan, Pemkab Pasuruan memang memiliki satu penyedot air. Hanya saja alat tersebut memanfaatkan tenaga listrik, sehingga ketika hujan rentan digunakan.

Selama ini, pihaknya meminjam dari Pemprov Jawa Timur. Alat bertenaga bahan bakar minyak (BBM) itu digunakan untuk menyedot air ketika kawasan permukiman tergenang. Kemudian dialirkan ke sungai.

Seperti yang pernah dilakukan di Rejoso Lor. Ketika banjir menggenang, air dialirkan ke sungai yang volumenya turun. Sehingga, genangan di kawasan pemukiman lebih bisa cepat surut.

“Untuk pengadaan seperti milik Pemprov Jatim, belum. Kami memilih untuk berkoordinasi dengan Pemprov Jatim. Mereka siap untuk meminjamkan alat, karena rata-rata sungai yang meluap kewenangan Pemprov Jatim,” jelasnya.

Ia mengaku sudah mengajukan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Pusat. Namun, sejauh ini belum mendapatnya. “Kami belum mendapatkan bantuan dari Provinsi. Memang ada alat pompa air dari Provinsi, tapi itu sebatas pinjam,” ujarnya. (one/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/