alexametrics
31.7 C
Probolinggo
Saturday, 13 August 2022

Dinkes Kab Pasuruan Klaim Angka DBD Terus Turun

BANGIL, Radar Bromo–Kasus demam berdarah dengue (DBD) masih mengancam. Namun, Dinkes Kabupaten Pasuruan mengklaim, kalau jumlahnya tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Dinkes Kabupaten Pasuruan Agus Eko Iswahyudi menuturkan, jumlah kasus DBD di Kabupaten Pasuruan relatif mengalami penurunan setiap tahunnya. Penurunan kasus ini pun berimbas terhadap rendahnya kematian yang ditimbulkan penyakit dari nyamuk Aedes Aegypti ini.

Ia menyebutkan, sejak Januari hingga pertengahan Desember 2019, ada sebanyak 190 kasus DBD. Jumlah itu, menurun dibandingkan tahun 2018 yang mencapai 191 kasus.

Bahkan, jika dibandingkan tahun 2017 dan 2016, penurunannya cukup signifikan. Karena pada 2017, ada setidaknya 313 kasus DBD. Sementara di tahun 2016, jumlah temuan DBD mencapai 764 kasus. Korban jiwa imbas DBD pun ikut turun.

Jumlah pasien meninggal pun terus turun. Bila pada 2016 ada 27 meninggal, pada 2017 turun menjadi 13, lalu pada 2018 jadi 4 orang. Sementara tahun ini, sampai akhir Desember sudah ada 2 orang meninggal.

Menurut Agus -sapaan Agus Eko Iswahyudi-, pada 2019 ini ada temuan kasus korban meninggal sebanyak dua pasien. Sedangkan tahun 2018, sebanyak empat orang.

“Untuk 2016, korban meninggal malah mencapai 27 orang. Sedangkan 2017 ada sebanyak 13 orang meninggal dunia,” ungkap Agus.

Meski begitu, kasus DBD tak boleh disepelekan. Khususnya, memasuki musim hujan. Mengingat, dampak DBD sangat besar. Termasuk hilangnya nyawa seseorang.

Turunnya kasus DBD ini dipengaruhi beberapa faktor. Kesadaran masyarakat yang meningkat untuk menjaga lingkungan, memberi andil besar.

Peningkatan kesadaran masyarakat ini, tak lepas dari sosialisasi yang digencarkan Pemkab dan pihak-pihak terkait. Salah satunya dengan menyebar “pasukan” kader-kader Gemas Darling di masyarakat.

“Gencarnya program, seperti juru pengamat jentik juga memberi andil. Peranan masyarakat, tak bisa diabaikan dalam upaya penurunan kasus DBD ini,” jelasnya. (one/mie)

 

 

 

BANGIL, Radar Bromo–Kasus demam berdarah dengue (DBD) masih mengancam. Namun, Dinkes Kabupaten Pasuruan mengklaim, kalau jumlahnya tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Dinkes Kabupaten Pasuruan Agus Eko Iswahyudi menuturkan, jumlah kasus DBD di Kabupaten Pasuruan relatif mengalami penurunan setiap tahunnya. Penurunan kasus ini pun berimbas terhadap rendahnya kematian yang ditimbulkan penyakit dari nyamuk Aedes Aegypti ini.

Ia menyebutkan, sejak Januari hingga pertengahan Desember 2019, ada sebanyak 190 kasus DBD. Jumlah itu, menurun dibandingkan tahun 2018 yang mencapai 191 kasus.

Bahkan, jika dibandingkan tahun 2017 dan 2016, penurunannya cukup signifikan. Karena pada 2017, ada setidaknya 313 kasus DBD. Sementara di tahun 2016, jumlah temuan DBD mencapai 764 kasus. Korban jiwa imbas DBD pun ikut turun.

Jumlah pasien meninggal pun terus turun. Bila pada 2016 ada 27 meninggal, pada 2017 turun menjadi 13, lalu pada 2018 jadi 4 orang. Sementara tahun ini, sampai akhir Desember sudah ada 2 orang meninggal.

Menurut Agus -sapaan Agus Eko Iswahyudi-, pada 2019 ini ada temuan kasus korban meninggal sebanyak dua pasien. Sedangkan tahun 2018, sebanyak empat orang.

“Untuk 2016, korban meninggal malah mencapai 27 orang. Sedangkan 2017 ada sebanyak 13 orang meninggal dunia,” ungkap Agus.

Meski begitu, kasus DBD tak boleh disepelekan. Khususnya, memasuki musim hujan. Mengingat, dampak DBD sangat besar. Termasuk hilangnya nyawa seseorang.

Turunnya kasus DBD ini dipengaruhi beberapa faktor. Kesadaran masyarakat yang meningkat untuk menjaga lingkungan, memberi andil besar.

Peningkatan kesadaran masyarakat ini, tak lepas dari sosialisasi yang digencarkan Pemkab dan pihak-pihak terkait. Salah satunya dengan menyebar “pasukan” kader-kader Gemas Darling di masyarakat.

“Gencarnya program, seperti juru pengamat jentik juga memberi andil. Peranan masyarakat, tak bisa diabaikan dalam upaya penurunan kasus DBD ini,” jelasnya. (one/mie)

 

 

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/