alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Banyak Pemilik MPU Nakal karena Tak Uji Kir Kendaraan

PASURUAN, Radar Bromo – Mobil penumpang umum (MPU) wajib melakukan uji kir seperti kendaraan angkutan barang. Namun, sebagian masih bandel tidak melakukannya. Padahal, uji kir bertujuan mengetahui kelayakan kendaraan saat beroperasi. Demi keselamatan.

Di Kabupaten Pasuruan, jumlah MPU terus menyusut. Pada 2009 ada lebih dari 500 unit MPU. Pada 2020, jumlahnya menyusut tinggal 303 unit. Karena itu, banyak trayek yang mati suri setelah MPU tidak beroperasi.

Kasi Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan Kristanto mengatakan, dalam satu tahun sekali, MPU berkewajiban dua kali melakukan uji kir. Hitungannya per semester para pemilik MPU harus rutin.

”Ya, tujuannya untuk keselamatan bersama,” katanya.

Namun, tidak semua pemilik angkutan rajin melakukan uji kir kendaraannya. Ada beberapa pemilik MPU yang nakal. Mereka tidak uji kir sama sekali dalam setahun. Tetapi, yang nakal juga tidak banyak. Tidak sampai sepuluh kendaraan.

”Tapi, tetap kami melakukan pembinaan. Sebab, ini urusannya dengan kondisi kendaraan. Layak atau tidak untuk jalan,” terangnya.

Jika tidak layak, lanjut Kristanto, keselamatan penumpang, termasuk si sopir bisa terancam. Kendaraan yang tak layak jalan bisa mencelakakan banyak orang. ”Yang pasti kami edukasi. Sanksi tidak ada. Hanya denda,” terangnya.

Dia berharap para pemilik MPU tidak menyepelekan kewajiban uji kir. Dishub bakal terus menyadarkan mereka bahwa uji kir sangat penting dilakukan. ”Kami sampai mendatangi pemilik,” tuturnya. (sid/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Mobil penumpang umum (MPU) wajib melakukan uji kir seperti kendaraan angkutan barang. Namun, sebagian masih bandel tidak melakukannya. Padahal, uji kir bertujuan mengetahui kelayakan kendaraan saat beroperasi. Demi keselamatan.

Di Kabupaten Pasuruan, jumlah MPU terus menyusut. Pada 2009 ada lebih dari 500 unit MPU. Pada 2020, jumlahnya menyusut tinggal 303 unit. Karena itu, banyak trayek yang mati suri setelah MPU tidak beroperasi.

Kasi Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan Kristanto mengatakan, dalam satu tahun sekali, MPU berkewajiban dua kali melakukan uji kir. Hitungannya per semester para pemilik MPU harus rutin.

”Ya, tujuannya untuk keselamatan bersama,” katanya.

Namun, tidak semua pemilik angkutan rajin melakukan uji kir kendaraannya. Ada beberapa pemilik MPU yang nakal. Mereka tidak uji kir sama sekali dalam setahun. Tetapi, yang nakal juga tidak banyak. Tidak sampai sepuluh kendaraan.

”Tapi, tetap kami melakukan pembinaan. Sebab, ini urusannya dengan kondisi kendaraan. Layak atau tidak untuk jalan,” terangnya.

Jika tidak layak, lanjut Kristanto, keselamatan penumpang, termasuk si sopir bisa terancam. Kendaraan yang tak layak jalan bisa mencelakakan banyak orang. ”Yang pasti kami edukasi. Sanksi tidak ada. Hanya denda,” terangnya.

Dia berharap para pemilik MPU tidak menyepelekan kewajiban uji kir. Dishub bakal terus menyadarkan mereka bahwa uji kir sangat penting dilakukan. ”Kami sampai mendatangi pemilik,” tuturnya. (sid/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/