alexametrics
25C
Probolinggo
Sunday, 17 January 2021

Kali Wrati Masih Tercemar, Dewan Soroti Pengalihan Limbah

BEJI, Radar Bromo-Polemik limbah yang mencemari sungai Wrati di Kecamatan Beji belum berakhir. DPRD setempat kini tengah berang lantaran ada pengalihan limbah perusahaan di wilayah Wonokoyo, Kecamatan Beji.

Pasalnya, pengalihan limbah melalui jaringan pipa itu, malah membuat warga di Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, semakin sengsara. Bau limbah pabrik pengolahan ikan dan udang mengalir ke Sungai Wrati. Imbasnya, sungai yang menjadi sumber air bagi warga Kedungringin, Kecamatan Beji, semakin tercemar. Warga setempat pun semakin terdampak.

“Kami tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan. Limbah perusahaan yang ditolak oleh warga Desa Wonokoyo, Gununggangsir dan Cangkringmalang, malah dialihkan ke saluran jejeran, yang mengalir ke Sungai Wrati. Dampaknya, tentu dirasakan oleh warga Kedungringin, Kecamatan Beji,” kritik Najib Setiawan, anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan dengan nada tinggi.

Najib mengungkapkan, pengalihan tersebut jelas semakin menyengsarakan warga Kedungringin, Kecamatan Beji. Mereka yang selama ini sudah merasakan dampak pencemaran sungai di Sungai Wrati, malah ditambahi dengan penyaluran limbah perusahaan pengolahan hasil laut di Wonokoyo.

Parahnya, penyaluran limbah tersebut, tidak ada sosialisasi ke warga. “Kami benar-benar kecewa. Sudah tahu warga tiga desa menolak dengan limbah itu, malah dialihkan ke wilayah kami. Ini ada apa? Sosialisasi juga tidak ada sama sekali,” timpalnya.

Ia menekankan, agar DLH Kabupaten Pasuruan melakukan penanganan dengan baik, persoalan tersebut. Jangan sampai, warga Kedungringin, Kecamatan Beji, bersikap. Karena selama ini, mereka sudah gerah dengan limbah perusahaan.

Seperti diketahui, warga Wonokoyo, Gununggangsir serta Cangkringmalang, mengeluhkan pembuangan limbah yang dilakukan sejumlah perusahaan di Wonokoyo. Pasalnya, bau limbah dari perusahaan pengolahan ikan itu, memicu bau tak sedap.

Mereka pun menuntut adanya penanganan. Seperti dengan penambahan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Sayangnya, penanganan yang dilakukan, tak maksimal. Buktinya, pencemaran sungai masih dilakukan di kawasan setempat.

Hingga akhirnya, solusi untuk mengalihkan ke jaringan Jejeran, Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji dilakukan. Namun, hal itu belum menyelesaikan masalah. Sebab, saluran air itu, mengarah ke Sungai Wrati. Sehingga, berdampak terhadap warga Kedungringin, Kecamatan Beji.

Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Heru Ferianto menjelaskan, sosialisasi terhadap warga atas pemasangan transmisi pembuangan limbah, memang belum dilakukan.

Namun, sebelum pemasangan pipa itu dilakukan, sebenarnya, pihaknya bersama perusahaan sudah mengundang para kepala desa yang terimbas untuk membahas tersebut.

“Baik Wonokoyo, Cangkringmalang, serta Gununggangsir dan Kedungringin, sebenarnya sudah kami undang untuk rapat,” bebernya.

Ia juga memastikan, bakal melakukan pemantauan terhadap limbah yang dibuang perusahaan. Hal ini untuk memastikan limbah yang dibuang tersebut, sesuai dengan baku mutu. Sehingga, tidak berdampak terhadap warga yang tinggal di sepanjang Sungai Wrati. (one/mie)

 

MOST READ

BERITA TERBARU