alexametrics
25.8 C
Probolinggo
Saturday, 28 November 2020

Warning Proyek Pipanisasi Bernilai Miliaran karena Rentan Terlambat

BANGIL, Radar Bromo – Proyek jaringan pipa air bersih di tiga kecamatan, menjadi sorotan legislatif. Lambatnya pengerjaan proyek miliaran rupiah itu memicu risiko keterlambatan dalam pelaksanaan.

Wakil rakyat ini pun meminta, agar ada percepatan dalam pembangunan jaringan pipa tersebut. Sehingga, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat.

Hal ini diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, Saifullah Damanhuri. Menurut Gus Saiful -sapaannya-, pembangunan jaringan pipanisasi di tiga kecamatan, yakni Rembang, Beji dan Gempol, rentan mengalami keterlambatan. Sebab, progres pembangunan jaringan pipa itu, masih rendah.

Terutama untuk jaringan pipa yang ada di Beji. Karena saat ini, pengerjaannya belum dilakukan. “Kami minta adanya percepatan. Bukankan bisa dengan menggunakan alat berat untuk pengerukannya,” bebernya.

Selain percepatan, pihaknya juga meminta, agar ada sosialisasi kepada warga yang dilalui pembangunan jaringan pipa tersebut. Karena, tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan pembangunan jaringan pipa, lantaran mengganggu akses warga.

“Kami juga minta, agar penambahan tenaga bisa dilakukan. Serta, ada keterlibatan atau rekrutmen warga dalam penggalian pipa tersebut,” tambah dia.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan, Hari Aprianto mengungkapkan, pembangunan jaringan pipa dilaksanakan di tiga kecamatan dengan anggaran berbeda. Di wilayah Rembang, nilai kontraknya mencapai Rp13 miliar. Sementara untuk Gempol, mencapai Rp 5 miliar. Dan untuk Beji, senilai Rp 4 miliar.

Ia menambahkan, proses pembangunan pipa di Gempol cukup baik. Karena sudah mencapai kisaran 45 persen. Jumlah persentase itu, belum termasuk kedatangan pipa, sehingga progres keseluruhan jauh dari itu. Begitupun untuk Rembang, proses penggalian masih berlangsung. Sekitar 15 persen telah direalisasikan dan belum pipa yang sudah datang.

Dan untuk di Kecamatan Beji, memang belum dilakukan pengerjaan. “Tapi, pipa sudah datang. Jadi, kami estimasi sudah dalam progres 10 persen,” bebernya.

Pihaknya bakal menindaklanjuti saran dari legislatif. Selain melakukan sosialisasi juga berkaitan dengan keterlibatan warga sekitar dalam penggarapan pipa. “Masih ada waktu untuk pengerjaannya,” ulasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan jaringan pipa itu direalisasikan untuk menunjang kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Jaringan pipa itu dibangun di wilayah Rembang, Beji, dan Gempol. Dana pembangunan itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2020. Proyek ini merupakan kompensasi dari Megaproyek Umbulan. Pembangunannya diperkirakan butuh waktu 2,5 bulan. Setidaknya, proyek ini harus tuntas pada Desember 2020. (one/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Awal Mengeluh Greges, Nakes RSUD dr Saleh Positif Covid-19 Meninggal

Sumarsono meninggal setelah sempat dirawat selama 7 hari di RSUD dr Moh Saleh.

Hendak Parkir, Truk Tertabrak Motor di Nguling

Saat berbelok ke arah utara, sopir truk tak mengetahui ada motor melaju dari arah barat ke arah timur.

Guru Dituntut Kreatif Mengajar di Tengah Pandemi  

Di saat pandemi, tugas guru tidak hanya sebagai pengajar tapi juga pembelajar, karena harus menemukan ide kreatif agar pembelajaran tetap menyenangkan.

Kali Wrati Masih Tercemar, Dewan Soroti Pengalihan Limbah

Polemik limbah yang mencemari sungai Wrati di Kecamatan Beji belum berakhir.

Perbaikan Jalan di Kab Probolinggo Dilanjut Hingga Akhir Tahun

Adanya perbaikan tersebut tidak terlepas dari adanya perubahan anggaran (P-APBD) yang dilakukan pihak PUPR