alexametrics
25.8 C
Probolinggo
Saturday, 28 November 2020

Tersisa 444 Sak Beras Bansos PKH Belum Tersalurkan di Kab Pasuruan

BANGIL, Radar Bromo – Masuk akhir Oktober, pembagian bantuan sosial (bansos) beras bagi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Pasuruan masih belum tuntas. Saat ini, hampir semua penerima program keluarga harapan (PKH) sudah mendapatkan bansos. Hanya tersisa 444 sak yang belum tersalurkan.

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasuruan Mahmuda Nur mengatakan, sejak dimulai didistribusikan pada 9 Oktober lalu, hampir semua penyaluran bansos sudah selesai pada Sabtu (24/10) lalu.

“Target semua penyaluran beras sudah selesai pada bulan Oktober ini. Namun, memang ada beberapa sak yang kurang. Sehingga perlu didistribusikan lagi,” terangnya.

Total ada 444 sak yang dicatat di desa masih perlu didistribusikan lagi. Jumlah ini tersebar 34 Desa di Kabupaten Pasuruan. “Jadi setelah kemarin semua sudah didistribuskan, ada laporan dari desa-desa yang masih kekurangan beberapa sak. Jumlahnya juga variasi ada yang cuma kurang 1-2 sak sampai 92 sak,” terangnya.

Mahmuda mengatakan, dari pihak transporting atau penyalur masih akan mendata ulang dengan Bulog. Ini lantaran dari keluhan desa, masih ada sak yang kurang dibagikan bagi penerima PKH. Untuk 1 sak sendiri berisi 15 kilogram beras.

“Jadi akan dihitung ulang bagi penyalur dan Bulog. Dan targetnya kekurangan sak beras ini bisa dibagikan pada awal November mendatang,” terangnya.

Pembagian beras PKH ini merupakan bantuan tambahan selain dana PKH yang rutin dibagikan setiap bulannya. Untuk bantuan beras ini hanya untuk 3 bulan. Yaitu dari bulan Agustus, September dan Oktober.

Untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH yang mendapatkan bantuan beras adalah KPM yang terdaftar data bayar bulan Juli yaitu sebanyak 91.614 KPM. Sehingga pada bulan Oktober ini langsung diberikan sebanyak 45 kilogram kepada masing-masing KPM. (eka/mie)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Awal Mengeluh Greges, Nakes RSUD dr Saleh Positif Covid-19 Meninggal

Sumarsono meninggal setelah sempat dirawat selama 7 hari di RSUD dr Moh Saleh.

Hendak Parkir, Truk Tertabrak Motor di Nguling

Saat berbelok ke arah utara, sopir truk tak mengetahui ada motor melaju dari arah barat ke arah timur.

Guru Dituntut Kreatif Mengajar di Tengah Pandemi  

Di saat pandemi, tugas guru tidak hanya sebagai pengajar tapi juga pembelajar, karena harus menemukan ide kreatif agar pembelajaran tetap menyenangkan.

Kali Wrati Masih Tercemar, Dewan Soroti Pengalihan Limbah

Polemik limbah yang mencemari sungai Wrati di Kecamatan Beji belum berakhir.

Perbaikan Jalan di Kab Probolinggo Dilanjut Hingga Akhir Tahun

Adanya perbaikan tersebut tidak terlepas dari adanya perubahan anggaran (P-APBD) yang dilakukan pihak PUPR