alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Saturday, 25 September 2021

Satpol PP Beli Mobil dari Dana Cukai, Dewan Bilang Begini

PASURUAN, Radar Bromo – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan Kasiman gemas. Mengetahui Satpol PP hendak membeli dua mobil dinas baru, dia menilai itu hanya gaya-gayaan. Sebab, mobil yang dibeli tidak layak untuk kegiatan penertiban.

Menurut Kasiman, Satpol PP Kabupaten Pasuruan membeli mobil Toyota Innova Reborn dan Toyota Rush. Alasannya, perlu mobil operasional untuk kegiatan penertiban. Mobil baru itu dibeli dengan anggaran bagi hasil cukai tembakau (DBHCHT).

”Kalau mobilnya Innova Reborn dan Toyota Rush, itu namanya mobil bergaya. Mobil itu tidak layak untuk melakukan kegiatan penertiban di wilayah Kabupaten Pasuruan,” katanya.

Kalau memang ingin punya mobil operasional, lanjut Kasiman, seharusnya yang dibeli adalah kendaraan sekelas 4 x 4. Mobil yang cocok untuk mengangkut personel sebagai penumpang. Lebih-lebih, kondisi geografis Kabupaten Pasuruan yang banyak tanjakan.

”Perlu mobil yang bisa digunakan untuk segala medan,” tuturnya. Secara aturan penggunaan anggaran memang tidak ada masalah. Namun, pembelian mobil Innova Reborn dan Toyota Rush tidak tepat dan tidak optimal.

Seperti diberitakan, Satpol PP Kabupaten Pasuruan tengah belanja dua mobil untuk operasional penegakan hukum cukai. Belanja mobil tersebut diambil dari DBHCHT senilai Rp 577,5 juta. Yaitu, Innova Reborn tipe rendah dan Toyota Rush.

Mobil tersebut akan digunakan sebagai kendaraan operasional Satpol PP. Dalam rangka penegakan hukum dan sosialisasi tentang cukai. ”Mobil ini untuk operasional kegiatan sosialisasi cukai. Bukan untuk kepala,” kata Kepala Satpol PP Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana. (sid/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan Kasiman gemas. Mengetahui Satpol PP hendak membeli dua mobil dinas baru, dia menilai itu hanya gaya-gayaan. Sebab, mobil yang dibeli tidak layak untuk kegiatan penertiban.

Menurut Kasiman, Satpol PP Kabupaten Pasuruan membeli mobil Toyota Innova Reborn dan Toyota Rush. Alasannya, perlu mobil operasional untuk kegiatan penertiban. Mobil baru itu dibeli dengan anggaran bagi hasil cukai tembakau (DBHCHT).

”Kalau mobilnya Innova Reborn dan Toyota Rush, itu namanya mobil bergaya. Mobil itu tidak layak untuk melakukan kegiatan penertiban di wilayah Kabupaten Pasuruan,” katanya.

Kalau memang ingin punya mobil operasional, lanjut Kasiman, seharusnya yang dibeli adalah kendaraan sekelas 4 x 4. Mobil yang cocok untuk mengangkut personel sebagai penumpang. Lebih-lebih, kondisi geografis Kabupaten Pasuruan yang banyak tanjakan.

”Perlu mobil yang bisa digunakan untuk segala medan,” tuturnya. Secara aturan penggunaan anggaran memang tidak ada masalah. Namun, pembelian mobil Innova Reborn dan Toyota Rush tidak tepat dan tidak optimal.

Seperti diberitakan, Satpol PP Kabupaten Pasuruan tengah belanja dua mobil untuk operasional penegakan hukum cukai. Belanja mobil tersebut diambil dari DBHCHT senilai Rp 577,5 juta. Yaitu, Innova Reborn tipe rendah dan Toyota Rush.

Mobil tersebut akan digunakan sebagai kendaraan operasional Satpol PP. Dalam rangka penegakan hukum dan sosialisasi tentang cukai. ”Mobil ini untuk operasional kegiatan sosialisasi cukai. Bukan untuk kepala,” kata Kepala Satpol PP Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana. (sid/far)

MOST READ

BERITA TERBARU