alexametrics
26C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Ketua PWI Pasuruan Ngaku Tak Merasakan Efek usai Divaksin

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

BANGIL, Radar Bromo – Puluhan wartawan di Kabupaten Pasuruan disuntik vaksin Sinovac, Jumat (26/2). Suntik vaksin ini diberlakukan untuk mewujudkan kekebalan komunitas.

Kegiatan vaksinasi itu dilangsungkan di kantor Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan di Bangil. Ada 32 awak media yang mengikuti kegiatan vaksin tahap kedua termin pertama itu.

Satu per satu dari kalangan awak media itu disuntik vaksin, usai menjalani screening kesehatan. Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Pasuruan Agus Eko Iswahyudi saat ditemui di lokasi menyampaikan, awak media merupakan bagian dari yang masuk prioritas vaksinasi tahap kedua, bersama TNI-Polri, guru, serta ASN di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Para wartawan perlu divaksin karena memiliki peranan penting dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat. Tugas dari wartawan sendiri, banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga rentan terpapar Covid-19.

“Karena merupakan bagian dari pelayanan publik inilah, para awak media perlu divaksin untuk meningkatkan imunitasnya,” sampainya saat mendampingi Kadinkes Kabupaten Pasuruan Ani Latifa.

Menurut Agus, selain awak media, ada beberapa tenaga medis yang juga mengikuti vaksinasi kemarin. Mereka merupakan petugas medis yang sempat tertunda untuk mengikuti vaksinasi tahap pertama.

Untuk kelangsungan vaksinasi tahap kedua ini, Pemkab Pasuruan mendapat jatah 2.500 vial vaksin. Jumlah tersebut, setidaknya bisa untuk menyasar 11.250 orang. “Ini merupakan termin pertama di tahap kedua. Sebelumnya, kan ada bupati dan pejabat publik serta nakes yang divaksin di tahap pertama. Untuk termin kedua, bagi yang masuk tahap kedua ini, akan dilakukan minimal 14 hari setelah termin pertama ini,” bebernya.

Ketua PWI Pasuruan Joko Haryanto menilai, vaksinasi untuk awak media memang perlu dilakukan. Karena dalam peliputan, tak sedikit harus berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Joko menambahkan, tidak merasakan efek berarti usai disuntik. “Tidak berefek apa-apa. Ada yang bilang, bisa berefek ngantuk, cepat lapar, atau yang lain. Tapi saya belum merasakannya,” sambung dia. (one/mie)

Mobile_AP_Rectangle 1

BANGIL, Radar Bromo – Puluhan wartawan di Kabupaten Pasuruan disuntik vaksin Sinovac, Jumat (26/2). Suntik vaksin ini diberlakukan untuk mewujudkan kekebalan komunitas.

Kegiatan vaksinasi itu dilangsungkan di kantor Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan di Bangil. Ada 32 awak media yang mengikuti kegiatan vaksin tahap kedua termin pertama itu.

Satu per satu dari kalangan awak media itu disuntik vaksin, usai menjalani screening kesehatan. Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Pasuruan Agus Eko Iswahyudi saat ditemui di lokasi menyampaikan, awak media merupakan bagian dari yang masuk prioritas vaksinasi tahap kedua, bersama TNI-Polri, guru, serta ASN di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Mobile_AP_Half Page

Para wartawan perlu divaksin karena memiliki peranan penting dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat. Tugas dari wartawan sendiri, banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga rentan terpapar Covid-19.

“Karena merupakan bagian dari pelayanan publik inilah, para awak media perlu divaksin untuk meningkatkan imunitasnya,” sampainya saat mendampingi Kadinkes Kabupaten Pasuruan Ani Latifa.

Menurut Agus, selain awak media, ada beberapa tenaga medis yang juga mengikuti vaksinasi kemarin. Mereka merupakan petugas medis yang sempat tertunda untuk mengikuti vaksinasi tahap pertama.

Untuk kelangsungan vaksinasi tahap kedua ini, Pemkab Pasuruan mendapat jatah 2.500 vial vaksin. Jumlah tersebut, setidaknya bisa untuk menyasar 11.250 orang. “Ini merupakan termin pertama di tahap kedua. Sebelumnya, kan ada bupati dan pejabat publik serta nakes yang divaksin di tahap pertama. Untuk termin kedua, bagi yang masuk tahap kedua ini, akan dilakukan minimal 14 hari setelah termin pertama ini,” bebernya.

Ketua PWI Pasuruan Joko Haryanto menilai, vaksinasi untuk awak media memang perlu dilakukan. Karena dalam peliputan, tak sedikit harus berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Joko menambahkan, tidak merasakan efek berarti usai disuntik. “Tidak berefek apa-apa. Ada yang bilang, bisa berefek ngantuk, cepat lapar, atau yang lain. Tapi saya belum merasakannya,” sambung dia. (one/mie)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2