alexametrics
25 C
Probolinggo
Thursday, 25 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Meski Pernah Dirawat di RSJ, Pembunuh Adik Kandung Jadi Tersangka

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

REMBANG, Radar Bromo – Polisi menetapkan M. Musthofa, 40, sebagai tersangka dugaan pembunuhan terhadap adiknya, M. Safirudin, 33. Warga Dusun Jati, Desa Pandean, Kecamatan Rembang, itu ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan sejumlah barang bukti yang ditemukan pihak kepolisian.

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan menyampaikan, tersangka saat ini ditahan di ruang tahanan Mapolres Pasuruan. “Tersangka sudah kami amankan dan sekarang berada di Mapolres Pasuruan,” jelas Rofiq saat ditemui di sela-sela kegiatan screening vaksinasi Covid-19 di Posko Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan.

Menurut Rofiq, pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembunuhan pada adiknya. Penetapan tersebut didasari pada barang bukti yang ditemukan petugas.

Di antaranya, benda tajam yang digunakan tersangka untuk melakukan pembunuhan, yaitu berupa cangkul. Petugas juga memiliki alat bukti lain, seperti saksi-saksi.

Meski begitu, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman. Sebab, tersangka disebut pernah mengalami gangguan kejiwaan. Ia bahkan tercatat pernah menjalani perawatan di RSJ Lawang.

Pacul Kepala Adiknya hingga Tewas, Pria di Rembang Ini Diamankan

Rofiq menjelaskan, bakal melibatkan psikiater untuk melakukan pendampingan. Pihaknya juga akan memeriksakan tersangka ke RSJ Lawang. Langkah ini dimaksudkan untuk memastikan kondisi kejiwaan tersangka.

“Kami belum memastikan motif pembunuhan tersebut. Memang tersangka disebutkan pernah menjalani perawatan di RSJ Lawang. Tapi apakah ia benar mengalami gangguan jiwa atau tidak, hanya ahli yang tahu. Yang jelas, kami sudah menetapkannya sebagai tersangka,” urainya.

Bila terbukti tersangka sengaja dan dengan sadar melakukan pembunuhan tersebut, proses hukum akan berlanjut. Namun bila memang tersangka mengalami gangguan kejiwaan, pihak kepolisian tak bisa memproses lebih jauh.

Seperti yang diberitakan, Senin (25/1), tersangka Musthofa menghabisi adik kandungnya dengan cara mencangkul wajahnya. Perbuatannya itu bahkan disaksikan ibu mereka, Puniah, 60.

Tersangka mencangkul korban yang tengah tidur itu, diduga lantaran gangguan kejiwaannya kambuh. Sontak, kejadian itu memicu teriak histeris Puniah, ibunya.

Setelah mencangkul korban, tersangka lari menuju jalan raya Pasuruan-Surabaya. Warga kemudian mengadukan kejadian itu ke pihak kepolisian.

Bersama warga, petugas pun mengejar tersangka. Tersangka akhirnya ditemukan di Pandelegan, Desa Raci, Kecamatan Bangil. Saat itu petugas hendak menangkapnya. Namun ia melawan. Petugas kemudian melepaskan tembakan ke udara. Tembakan itu membuatnya keder. Tersangka akhirnya diamankan, setelah sebelumnya sempat digebuki massa. (one/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

REMBANG, Radar Bromo – Polisi menetapkan M. Musthofa, 40, sebagai tersangka dugaan pembunuhan terhadap adiknya, M. Safirudin, 33. Warga Dusun Jati, Desa Pandean, Kecamatan Rembang, itu ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan sejumlah barang bukti yang ditemukan pihak kepolisian.

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan menyampaikan, tersangka saat ini ditahan di ruang tahanan Mapolres Pasuruan. “Tersangka sudah kami amankan dan sekarang berada di Mapolres Pasuruan,” jelas Rofiq saat ditemui di sela-sela kegiatan screening vaksinasi Covid-19 di Posko Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan.

Menurut Rofiq, pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembunuhan pada adiknya. Penetapan tersebut didasari pada barang bukti yang ditemukan petugas.

Mobile_AP_Half Page

Di antaranya, benda tajam yang digunakan tersangka untuk melakukan pembunuhan, yaitu berupa cangkul. Petugas juga memiliki alat bukti lain, seperti saksi-saksi.

Meski begitu, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman. Sebab, tersangka disebut pernah mengalami gangguan kejiwaan. Ia bahkan tercatat pernah menjalani perawatan di RSJ Lawang.

Pacul Kepala Adiknya hingga Tewas, Pria di Rembang Ini Diamankan

Rofiq menjelaskan, bakal melibatkan psikiater untuk melakukan pendampingan. Pihaknya juga akan memeriksakan tersangka ke RSJ Lawang. Langkah ini dimaksudkan untuk memastikan kondisi kejiwaan tersangka.

“Kami belum memastikan motif pembunuhan tersebut. Memang tersangka disebutkan pernah menjalani perawatan di RSJ Lawang. Tapi apakah ia benar mengalami gangguan jiwa atau tidak, hanya ahli yang tahu. Yang jelas, kami sudah menetapkannya sebagai tersangka,” urainya.

Bila terbukti tersangka sengaja dan dengan sadar melakukan pembunuhan tersebut, proses hukum akan berlanjut. Namun bila memang tersangka mengalami gangguan kejiwaan, pihak kepolisian tak bisa memproses lebih jauh.

Seperti yang diberitakan, Senin (25/1), tersangka Musthofa menghabisi adik kandungnya dengan cara mencangkul wajahnya. Perbuatannya itu bahkan disaksikan ibu mereka, Puniah, 60.

Tersangka mencangkul korban yang tengah tidur itu, diduga lantaran gangguan kejiwaannya kambuh. Sontak, kejadian itu memicu teriak histeris Puniah, ibunya.

Setelah mencangkul korban, tersangka lari menuju jalan raya Pasuruan-Surabaya. Warga kemudian mengadukan kejadian itu ke pihak kepolisian.

Bersama warga, petugas pun mengejar tersangka. Tersangka akhirnya ditemukan di Pandelegan, Desa Raci, Kecamatan Bangil. Saat itu petugas hendak menangkapnya. Namun ia melawan. Petugas kemudian melepaskan tembakan ke udara. Tembakan itu membuatnya keder. Tersangka akhirnya diamankan, setelah sebelumnya sempat digebuki massa. (one/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2