Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BNNK Pasuruan Butuh Relawan Pemulihan Narkoba di Setiap Desa

M
Penulis: Muhamad Busthomi❯
Ilustrasi
Ilustrasi

BANGIL, Radar Bromo - Angka penyalahgunaan narkotika di wilayah Kabupaten Pasuruan menunjukkan tren mengkhawatirkan.


Advertisement

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasuruan mencatat lonjakan signifikan jumlah warga yang direkomendasikan menjalani rehabilitasi dalam dua tahun terakhir.

Data BNNK Pasuruan menyebutkan, sepanjang 2024 terdapat 105 orang yang mendapatkan rekomendasi rehabilitasi.

Jumlah tersebut melonjak tajam pada 2025 menjadi 215 orang atau meningkat hampir dua kali lipat.

Advertisement

Kenaikan ini sekaligus menjadi indikator masih kuatnya peredaran dan konsumsi narkotika di tengah masyarakat.

Kepala BNNK Pasuruan Masduki mengatakan, pihaknya terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkotika.

Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari sosialisasi bahaya narkoba, tes urine di sejumlah instansi dan komunitas, hingga pendampingan rehabilitasi bagi para penyalahguna.

Advertisement

“Angka ini menjadi perhatian serius kami. Karena itu, ke depan penanganannya tidak bisa hanya mengandalkan BNN, tetapi harus melibatkan semua pihak,” ujar Masduki.

Pada tahun ini, BNNK Pasuruan berencana menggandeng Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Dinas Kesehatan (Dinkes).

Kolaborasi tersebut diarahkan pada pembentukan relawan pemulihan di setiap desa.

Menurut Masduki, relawan pemulihan akan dibekali pelatihan khusus untuk mendampingi pecandu narkotika di tingkat akar rumput.

Dengan skema ini, proses pemulihan diharapkan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif.

“Kalau di setiap desa ada relawan yang terlatih, penanganan bisa lebih dini. Biayanya juga lebih ringan dan tidak memberatkan keluarga,” jelasnya.

Masduki menambahkan, berdasarkan data nasional, prevalensi penyalahgunaan narkotika mencapai 1,73 persen dari populasi usia 15 hingga 50 tahun.

Jika angka tersebut diproyeksikan ke Kabupaten Pasuruan, estimasi jumlah penyalahguna bisa mencapai sekitar 2.000 orang.

“Karena itu, ia menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan sekitar dalam proses pemulihan. Komunikasi yang terbuka dan kepedulian bersama dinilai menjadi kunci untuk menekan laju penyalahgunaan narkotika,” katanya. (tom/one)

Advertisement

Artikel Terkait

Perlintasan Rel KA tanpa Palang di Kemloko Beji Kembali Renggut Korban Jiwa, Remaja Disasak KA Supas

Perlintasan Rel KA tanpa Palang di Kemloko Beji Kembali Renggut Korban Jiwa, Remaja Disasak KA Supas

Rekan korban yang berjalan bersama sempat berteriak agar korban menghentikan laju sepeda motornya. Namun, peringatan itu tak dipahami korban

Curi Tiga HP di IGD Puskesmas Prigen, Kuli Bangunan Diamankan, HP Dijual di Malang

Curi Tiga HP di IGD Puskesmas Prigen, Kuli Bangunan Diamankan, HP Dijual di Malang

Saat kejadian, ketiga ponsel milik korban sedang diletakkan di atas pilar teras depan IGD.

Dua Remaja Boncengan Naik Revo Terlibat Tabrakan Karambol di Purwosari Pasuruan, Berpisah Selamanya

Dua Remaja Boncengan Naik Revo Terlibat Tabrakan Karambol di Purwosari Pasuruan, Berpisah Selamanya

Perjalanan malam mereka berujung petaka, setelah sepeda motor Honda Revo yang mereka tunggangi, terlibat kecelakaan karambol di Purwosari

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer