alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Lima Titik Pelengsengan Sungai di Kab Pasuruan Ini Dibronjong

BANGIL, Radar Bromo – Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan merealisasikan pembangunan bronjong di tebing-tebing sungai. Bronjong dipasang agar pelengsengan tidak longsor.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Dinas SDA dan Tata Ruang Imam Nurwahyudi mengatakan, sejumlah tebing sungai di wilayah Kabupaten Pasuruan memang rentan longsong. Ada kerusakan.

Jika dibiarkan, tebing itu bisa longsor dan berakibat banjir. Permukiman warga sekitar bisa terancam. Terutama saat hujan. Pemkab Pasuruan melakukan pencegahan dengan membangun bronjong.

Ada lima titik sungai yang sudah terpasang. Di antaranya, satu di wilayah Kejayan, yakni sungai di Desa Benerwojo. Sementara yang lain di Winongan Lor, Winongan Kidul, Sruwi, dan Jeladri, Kecamatan Winongan. ”Sudah dipasang,” katanya.

Menurut Imam, pemasangan bronjong tidak mudah. Banyak kendala. Salah satunya, miskomunikasi dengan warga saat penggalian tepi sungai. Warga khawatir malah ambruk. Sebab, lokasinya dekat dengan permukiman. Ada beberapa warga yang komplain. Tapi, sudah diselesaikan dengan sosialisasi. Tidak ada masalah lagi.

”Untuk teknis tidak ada kendala berarti,” bebernya. Pembangunan bronjong di lima titik itu menghabiskan dana sekitar Rp 750 juta.

Konsultan Pengawas Pelaksanaan dari CV Geometris Ahmad Santoso menambahkan, pekerjaan bronjong di lima titik tersebut rampung tepat waktu. Akhir Agustus selesai. Memang ada yang progresnya lambat. ”Tapi, kami sarankan agar menambah pekerja. Untung tidak sampai ada yang telat,” ungkap dia. (one/far)

BANGIL, Radar Bromo – Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan merealisasikan pembangunan bronjong di tebing-tebing sungai. Bronjong dipasang agar pelengsengan tidak longsor.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Dinas SDA dan Tata Ruang Imam Nurwahyudi mengatakan, sejumlah tebing sungai di wilayah Kabupaten Pasuruan memang rentan longsong. Ada kerusakan.

Jika dibiarkan, tebing itu bisa longsor dan berakibat banjir. Permukiman warga sekitar bisa terancam. Terutama saat hujan. Pemkab Pasuruan melakukan pencegahan dengan membangun bronjong.

Ada lima titik sungai yang sudah terpasang. Di antaranya, satu di wilayah Kejayan, yakni sungai di Desa Benerwojo. Sementara yang lain di Winongan Lor, Winongan Kidul, Sruwi, dan Jeladri, Kecamatan Winongan. ”Sudah dipasang,” katanya.

Menurut Imam, pemasangan bronjong tidak mudah. Banyak kendala. Salah satunya, miskomunikasi dengan warga saat penggalian tepi sungai. Warga khawatir malah ambruk. Sebab, lokasinya dekat dengan permukiman. Ada beberapa warga yang komplain. Tapi, sudah diselesaikan dengan sosialisasi. Tidak ada masalah lagi.

”Untuk teknis tidak ada kendala berarti,” bebernya. Pembangunan bronjong di lima titik itu menghabiskan dana sekitar Rp 750 juta.

Konsultan Pengawas Pelaksanaan dari CV Geometris Ahmad Santoso menambahkan, pekerjaan bronjong di lima titik tersebut rampung tepat waktu. Akhir Agustus selesai. Memang ada yang progresnya lambat. ”Tapi, kami sarankan agar menambah pekerja. Untung tidak sampai ada yang telat,” ungkap dia. (one/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/