alexametrics
26.3 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Dana Covid Kab Pasuruan Tahun 2020 Terserap Rp 115 Miliar

PASURUAN, Radar Bromo – Tahun awal pandemi melanda, banyak daerah yang kelabakan. Termasuk Kabupaten Pasuruan. Tahun pertama pandemi melanda pada 2020 lalu, Pemkab Pasuruan mengeluarkan dana besar hingga Rp 125 miliar. Hingga tahun anggaran berakhir, dana tersebut terserap sekitar 91,85 persen.

Hal itu diungkap Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf pada rapat paripurna yang di gelar Kamis (24/6/) lalu. Menurutnya, anggaran penanganan Covid-19 bidang kesehatan sebesar Rp 125.397.220.000. Dari jumlah itu terealisasi sebesar Rp 115.173.809.869.

“Dalam bentuk persentase sekitar 91,85 persen. Anggaran itu dipergunakan untuk pencegahan, perawatan, pemakaman jenazah serta pemberian insentif kepada tenaga medis, paramedis dan relawan yang bekerja di area isolasi Covid-19. Baik di Rumah Sakit Grati maupun di SKB Pandaan dan BLK Rejoso,” katanya.

Pria yang merupakan adik Wali Kota Pasuruan itu juga mengaku, anggaran tersebut juga digunakan untuk penanganan kesehatan, bantuan sosial dan pemulihan ekonomi. Baik di beberapa OPD maupun kecamatan, yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Terbukti dengan angka kesembuhan mencapai 83,84 persen pada 31 Desember 2020 lalu. Saat ini angka kesembuhan mencapai 88,30 persen per 23 Juni 2021,” klaim bupati.

Di samping itu, anggaran juga digunakan untuk penyemprotan desinfektan di tempat-tempat ibadah, tempat-tempat umum. Seperti terminal, perkantoran maupun di lingkungan perumahan yang terindikasi adanya penyebaran virus Covid-19.

Dana tersebut juga digunakan untuk pengadaan masker, APD, thermogun dan alat kesehatan lainnya. Juga untuk bantuan operasional kepada instansi vertikal baik Kodim maupun Polres. Serta juga untuk melakukan tracing, testing dan treatment serta sosialisasi penerapan protokol kesehatan baik secara langsung, melalui media cetak maupun media sosial lainnya.

“Ada juga untuk biaya operasional di rumah isolasi baik BLK, SKB maupun hotel Permata Biru. Perlu kami tegaskan juga bahwa anggaran tersebut tidak ada yang digunakan untuk honor Satgas Covid-19 maupun tim lainnya,” terangnya.

Ia menyebut, banyak manfaat yang dirasakan masyarakat. Contohnya, dibantunya pemulasaran dan pemakaman jenazah penderita Covid-19 sesuai dengan syariat Islam dan sesuai dengan Protokol Kesehatan.

“Namun demikian, tetap dibutuhkan dukungan dan peran serta masyarakat untuk tetap disiplin menjaga protokol kesehatan,” tandasnya. (sid/fun)

PASURUAN, Radar Bromo – Tahun awal pandemi melanda, banyak daerah yang kelabakan. Termasuk Kabupaten Pasuruan. Tahun pertama pandemi melanda pada 2020 lalu, Pemkab Pasuruan mengeluarkan dana besar hingga Rp 125 miliar. Hingga tahun anggaran berakhir, dana tersebut terserap sekitar 91,85 persen.

Hal itu diungkap Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf pada rapat paripurna yang di gelar Kamis (24/6/) lalu. Menurutnya, anggaran penanganan Covid-19 bidang kesehatan sebesar Rp 125.397.220.000. Dari jumlah itu terealisasi sebesar Rp 115.173.809.869.

“Dalam bentuk persentase sekitar 91,85 persen. Anggaran itu dipergunakan untuk pencegahan, perawatan, pemakaman jenazah serta pemberian insentif kepada tenaga medis, paramedis dan relawan yang bekerja di area isolasi Covid-19. Baik di Rumah Sakit Grati maupun di SKB Pandaan dan BLK Rejoso,” katanya.

Pria yang merupakan adik Wali Kota Pasuruan itu juga mengaku, anggaran tersebut juga digunakan untuk penanganan kesehatan, bantuan sosial dan pemulihan ekonomi. Baik di beberapa OPD maupun kecamatan, yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Terbukti dengan angka kesembuhan mencapai 83,84 persen pada 31 Desember 2020 lalu. Saat ini angka kesembuhan mencapai 88,30 persen per 23 Juni 2021,” klaim bupati.

Di samping itu, anggaran juga digunakan untuk penyemprotan desinfektan di tempat-tempat ibadah, tempat-tempat umum. Seperti terminal, perkantoran maupun di lingkungan perumahan yang terindikasi adanya penyebaran virus Covid-19.

Dana tersebut juga digunakan untuk pengadaan masker, APD, thermogun dan alat kesehatan lainnya. Juga untuk bantuan operasional kepada instansi vertikal baik Kodim maupun Polres. Serta juga untuk melakukan tracing, testing dan treatment serta sosialisasi penerapan protokol kesehatan baik secara langsung, melalui media cetak maupun media sosial lainnya.

“Ada juga untuk biaya operasional di rumah isolasi baik BLK, SKB maupun hotel Permata Biru. Perlu kami tegaskan juga bahwa anggaran tersebut tidak ada yang digunakan untuk honor Satgas Covid-19 maupun tim lainnya,” terangnya.

Ia menyebut, banyak manfaat yang dirasakan masyarakat. Contohnya, dibantunya pemulasaran dan pemakaman jenazah penderita Covid-19 sesuai dengan syariat Islam dan sesuai dengan Protokol Kesehatan.

“Namun demikian, tetap dibutuhkan dukungan dan peran serta masyarakat untuk tetap disiplin menjaga protokol kesehatan,” tandasnya. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/