alexametrics
30.4 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

September Harus Difungsikan, Rehab MPP Baru 16 Persen

BANGIL, Radar Bromo – Rehab eks kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Pasuruan belum menunjukkan progres signifikan. Baru 16 persen rehab interior gedung dilakukan.

Padahal, rehab gedung itu harus selesai awal Agustus 2021. Kurang tiga bulan saja. Selanjutnya, gedung yang terletak di kompleks perkantoran Raci, Kecamatan Bangil, itu akan dijadikan mal pelayanan publik.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan Hari Aprianto mengatakan, sebenarnya tidak ada kendala dalam proses rehab itu. Proyek rehab menurutnya, baru dimulai akhir April 2021. Lalu saat Lebaran, pengerjaannya ditunda sementara. Karena itulah, progres rehab belum signifikan.

“Tidak ada kendala berarti sebenarnya. Hanya saja prosesnya memang baru mulai,” ungkap Hari.

Memang, menurutnya, rehab gedung itu harus tuntas awal Agustus. Sebab, September gedung dengan anggaran rehab senilai Rp 1,6 miliar itu harus difungsikan.

“Karenanya, kami mendorong percepatan dalam pengerjaannya,” sambung dia melalui Kabid Pembinaan dan Penataan Bangunan Dinas Perkim Kabupaten Pasuruan Hario.

Di sisi lain, pelaksana proyek, Direktur CV Fajar Mulia Ibnu Aditya mengungkapkan, pihaknya sudah mempercepat rehab kantor mal pelayanan publik itu.

Caranya dengan menambah jumlah pekerja. Sebelumnya, ada 12 pekerja. Lalu ditambah delapan pekerja. Jadi total ada 20 pekerja.

“Penambahan pekerja mulai kami lakukan sepekan ini. Supaya bisa mengejar waktu penyelesaian,” terangnya. (one/hn)

BANGIL, Radar Bromo – Rehab eks kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Pasuruan belum menunjukkan progres signifikan. Baru 16 persen rehab interior gedung dilakukan.

Padahal, rehab gedung itu harus selesai awal Agustus 2021. Kurang tiga bulan saja. Selanjutnya, gedung yang terletak di kompleks perkantoran Raci, Kecamatan Bangil, itu akan dijadikan mal pelayanan publik.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan Hari Aprianto mengatakan, sebenarnya tidak ada kendala dalam proses rehab itu. Proyek rehab menurutnya, baru dimulai akhir April 2021. Lalu saat Lebaran, pengerjaannya ditunda sementara. Karena itulah, progres rehab belum signifikan.

“Tidak ada kendala berarti sebenarnya. Hanya saja prosesnya memang baru mulai,” ungkap Hari.

Memang, menurutnya, rehab gedung itu harus tuntas awal Agustus. Sebab, September gedung dengan anggaran rehab senilai Rp 1,6 miliar itu harus difungsikan.

“Karenanya, kami mendorong percepatan dalam pengerjaannya,” sambung dia melalui Kabid Pembinaan dan Penataan Bangunan Dinas Perkim Kabupaten Pasuruan Hario.

Di sisi lain, pelaksana proyek, Direktur CV Fajar Mulia Ibnu Aditya mengungkapkan, pihaknya sudah mempercepat rehab kantor mal pelayanan publik itu.

Caranya dengan menambah jumlah pekerja. Sebelumnya, ada 12 pekerja. Lalu ditambah delapan pekerja. Jadi total ada 20 pekerja.

“Penambahan pekerja mulai kami lakukan sepekan ini. Supaya bisa mengejar waktu penyelesaian,” terangnya. (one/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/