Rehab RTLH di Kab Pasuruan Masih Terganjal Pencairan

BANGIL, Radar Bromo – Program bedah rumah yang dicanangkan Pemkab Pasuruan tahun ini, lambat dijalankan. Pencairan yang tersendat, membuat rumah-rumah tak layak huni (RTLH) itu belum direhab.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan Hari Aprianto menjelaskan, belum sepenuhnya calon penerima program bantuan bedah rumah mendapatkan pencairan anggaran. Dari 1.735 unit RTLH yang akan dibedah, baru 265 penerima yang sudah dicairkan.

Pencairan itu pun membuat proses pembangunan dijalankan. “Untuk yang sudah cair, pembangunannya berjalan. Bahkan, ada yang sudah diselesaikan,” jelasnya.

Sementara, untuk 1.475 calon penerima bantuan lainnya masih belum dicairkan. Karena masih menunggu kesiapan anggaran dari Badan Keuangan Daerah (BKD). Kebijakan refocusing anggaran memang berpengaruh.

Karena membuat proses pencairan untuk bantuan rehab tersebut melambat. “Yang belum dikerjakan, memang banyak. Karena masih menunggu pencairan anggaran,” sampainya.

Disampaikan Hari, program bedah rumah memang terdampak refocusing. Namun, tidak signifikan, karena program tersebut masih bisa berjalan.

Hanya saja, jumlah yang akan di-support mengalami penyusutan. Semula, ada 2 ribu unit rumah yang akan dibangun. Anggarannya, mencapai Rp 30 miliar. Namun, di tengah jalan anggaran tersebut dipangkas.

Hingga menyisakan Rp 26 miliar yang bisa dikerjakan. Ada sebanyak 1.735 RTLH yang bisa dibenahi. Meski pelaksanaannya cenderung melambat. (one/mie)