Latih Santriwati di Bangil Buat Jamu hingga Hand Sanitizer

BANGIL, Radar Bromo – Berbagai cara dilakukan dalam upaya menangkal wabah Coronavirus Disease (Covid 19). Tidak hanya penyemprotan disinfektan, tetapi juga pelatihan dalam pembuatan jamu antikorona hingga pembuatan hand sanitizer.

Hal itu seperti yang dilakukan oleh para santriwati Wahid Hasyim Bangil. Mereka dilatih untuk membuat hand sanitizer dan jamu antikorona untuk mencegah terinveksi virus mematikan tersebut.

Pengasuh Ponpes Wahid Hasyim Bangil Akhmad Wildan Amrullah menyampaikan, keterampilan membuat hand sanitizer dan jamu antikorona ini sebagai bekal bagi santriwati ketika pulang karena masa libur pondok.

Sehingga, ketika di rumah, mereka bisa membuat hand sanitizer sendiri, di tengah kelangkaan dan mahalnya barang tersebut. “Pelatihan ini dimaksudkan agar santriwati bisa membekali diri dan menularkan ke orang lain, seperti tetangga mereka ketika pulang. Sehingga, kesulitan untuk memperoleh hand sanitizer bisa diatasi,” sampainya.

Karena, pembuatan hand sanitizer cukup mudah. Tinggal mencampurkan bahan-bahan yang dibutuhkan. Seperti alkohol, glisterin, dan beberapa bahan lain.

Begitupun dengan pembuatan jamu antikorona. Tinggal mencapurkan empon-empon yang dibutuhkan, berupa jahe, serai, temulawak, gula merah, serta garam. “Empon-empon ini kan dipercaya bisa meningkatkan imun tubuh. Sehingga, mencegah serangan virus korona,” ungkapnya.

Sementara itu, penyemprotan disinfektan terus digalakkan sejumlah kalangan. Tidak hanya petugas kesehatan tetapi juga masyarakat dan anggota dewan. Seperti yang dilakukan anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, M. Hatta Rifki.

Penyemprotan disinfektan dilakukannya bersama warga di lingkungan pesantren dan masjid di wilayah Rembang. “Kami berusaha mencegah penyebaran virus korona,” jelasnya. (one/mie)