2019, Retribusi Metrologi di Pasuruan Tembus Rp 518 Juta

BANGIL, Radar Bromo – Sampai tutup tahun 2019, penerimaan retribusi dari bidang metrologi di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan mencapai Rp 518,436 juta. Jumlah ini sudah mencapai 109 persen dari target sebesar Rp 475 juta yang ditetapkan pada Perubahan APBD (PAPBD) lalu.

Edy Suwanto, kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan mengatakan, dari target hasil realisasi retribusi memang tercapai. Meskipun, sempat dinaikkan di Perubahan APBD lalu. Sebelumnya, target retribusi awal sebesar Rp 450 juta.

“Kami melihat perkembangan dari hasil retribusi, jika pertengahan tahun sudah cukup bagus, maka dinaikkan. Seperti tahun kemarin kita naikkan target dari awalnya Rp 450 juta menjadi Rp 475 juta,” ujarnya.

Ternyata sampai tutup tahun, penerimaan berhasil melampaui target perubahan. Total realisasi tembus Rp 518,436 juta atau 109 persen dari target Rp 475 juta.

Edy mengatakan, untuk metrologi secara potensi dipastikan bisa terus bertambah. Ini, lantaran alat ukur harus rutin dilakukan tera setiap tahunnya. Mulai dari alat timbang, SPBU, sampai dengan alat-alat ukur di pasar tradisional sampai toko dan di perusahaan-perusahaan.

“Apalagi tahun kemarin juga ada layanan baru yaitu meter air. Sehingga, ada tambahan retribusi baru yang meningkatkan pendapatan dari metrologi,” terangnya.

Untuk penerimaan tahun lalu, penerimaan tertinggi masih didominasi dari jembatan timbang, peneraan SPBU, industri. Dan juga hasil sidak peneraan mulai dari pasar desa, pasar tradisional, dan toko-toko yang ada di masyarakat. (eka/mie)