alexametrics
26.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Tak Kenakan Masker, 60 Warga Ditipiring-Didenda Rp 50 Ribu di Bangil

BANGIL, Radar Bromo–Belum sepenuhnya masyarakat di Kabupaten Pasuruan disiplin dalam menggunakan masker di tempat umum. Terbukti dengan banyaknya pengendara yang terjaring razia yustisi, imbas tidak menggunakan masker di Bangil, Kamis (25/2).

Puluhan orang terjaring razia tim gabungan Satpol PP dan TNI-Polri kemarin. Mereka pun harus menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) di pendapa Kecamatan Bangil.

Kasatpol PP Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana mengatakan, razia yustisi ini dilakukan dalam rangka penegakan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan.

Salah satunya, penggunaan masker untuk mencegah paparan Covid-19. Karena seperti yang diketahui, kasus demi kasus Covid-19 masih bermunculan. “Razia ini dilakukan untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya kepatuhan dalam menjalankan protokol kesehatan,” ujar Bakti.

TIPIRING: Suasana sidang tipiring di pendapa kecamatan Bangil, (25/2). (Foto: Iwan Andrik/ Radar Bromo)

 

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga untuk menjalankan amanat Perda Jatim Nomor 2 Tahun 2020 tentang Tratibum. Sasarannya, tak lain adalah pelanggar disiplin dalam penggunaan masker.

Razia dilaksanakan di jalan raya Bangil-Pandaan, depan kantor Kecamatan Bangil. Dalam razia yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 09.00 itu, ada 60 pelanggar terjaring. Mereka tidak menggunakan masker. “Alasannya beragam. Ada yang karena lupa, hingga ada yang terburu-buru sehingga tidak membawa masker,” sambung dia.

Para pelanggar yang terjaring razia itu, kemudian disidangkan tipiring di Pendapa Kecamatan Bangil. Karena pelanggarannya itu pula, mereka didenda rata-rata Rp 50 ribu per orangnya.

Salah satu pelanggar, Eko, warga Kolursari, Kecamatan Bangil, mengaku biasanya ia memang membawa masker di jaketnya. Hanya saja tadi kelupaan saat hendak pulang dari pasar. “Biasanya bawa. Tapi saat saya cari di jaket, tidak ada,” akunya. (one/mie)

BANGIL, Radar Bromo–Belum sepenuhnya masyarakat di Kabupaten Pasuruan disiplin dalam menggunakan masker di tempat umum. Terbukti dengan banyaknya pengendara yang terjaring razia yustisi, imbas tidak menggunakan masker di Bangil, Kamis (25/2).

Puluhan orang terjaring razia tim gabungan Satpol PP dan TNI-Polri kemarin. Mereka pun harus menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) di pendapa Kecamatan Bangil.

Kasatpol PP Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana mengatakan, razia yustisi ini dilakukan dalam rangka penegakan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan.

Salah satunya, penggunaan masker untuk mencegah paparan Covid-19. Karena seperti yang diketahui, kasus demi kasus Covid-19 masih bermunculan. “Razia ini dilakukan untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya kepatuhan dalam menjalankan protokol kesehatan,” ujar Bakti.

TIPIRING: Suasana sidang tipiring di pendapa kecamatan Bangil, (25/2). (Foto: Iwan Andrik/ Radar Bromo)

 

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga untuk menjalankan amanat Perda Jatim Nomor 2 Tahun 2020 tentang Tratibum. Sasarannya, tak lain adalah pelanggar disiplin dalam penggunaan masker.

Razia dilaksanakan di jalan raya Bangil-Pandaan, depan kantor Kecamatan Bangil. Dalam razia yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 09.00 itu, ada 60 pelanggar terjaring. Mereka tidak menggunakan masker. “Alasannya beragam. Ada yang karena lupa, hingga ada yang terburu-buru sehingga tidak membawa masker,” sambung dia.

Para pelanggar yang terjaring razia itu, kemudian disidangkan tipiring di Pendapa Kecamatan Bangil. Karena pelanggarannya itu pula, mereka didenda rata-rata Rp 50 ribu per orangnya.

Salah satu pelanggar, Eko, warga Kolursari, Kecamatan Bangil, mengaku biasanya ia memang membawa masker di jaketnya. Hanya saja tadi kelupaan saat hendak pulang dari pasar. “Biasanya bawa. Tapi saat saya cari di jaket, tidak ada,” akunya. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/