alexametrics
24 C
Probolinggo
Sunday, 28 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Rencanakan Rehab Jembatan Latek Bangil dengan Box Culvert

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PASURUAN, Radar Bromo – Kondisi ruas jembatan Manaruwi-Latek di Bangil, Kabupaten Pasuruan, yang landasan dan kakinya alami keretakan jadi perhatian. Tahun ini ruas jembatan di jalur nasional itu bakal direhab.

Kepastian itu diungkapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII wilayah Gempol, Pasuruan, Probolinggo Rudy Napitupulu. Menurutnya, landasan dan kaki jembatan yang alami retak bakal diganti secara keseluruhan.

“Ada keretakan di landasan dan kaki jembatan. Jadi harus diperbaiki. Kalau tetap dipaksa bisa membahayakan bagi pengguna jalan,” ungkap Rudy.

Pria asal Kota Medan, Sumut ini menjelaskan, baik landasan maupun kaki jembatan ini bakal diganti dengan menggunakan box culvert berukuran enam meter. Tujuannya, agar lebih cepat dan lebih tahan lama.

Pengerjaannya sendiri diestimasi bisa diselesaikan dalam waktu tiga bulan. Sehingga, tidak akan terlalu lama mengganggu arus lalu lintas selama proses pengerjaannya.

Rencananya, pengerjaan bisa dilakukan pada triwulan kedua. Sebab, saat ini pihaknya masih melakukan proses lelang untuk pelaksana perbaikan rehab jembatan dan jalan dari Gempol sampai Probolinggo. Total anggaran yang disiapkan oleh BBPJN VIII sendiri adalah Rp 18 miliar. Ini untuk kontrak long segment jalan sepanjang 119 kilometer.

“Kalau diperbaiki dengan aspal biasa, bisa makan waktu enam bulan. Dan ketahanan juga kalah sama penggunaan box culvert. Makanya rehab akan dilakukan dengan box culvert,”sebut Rudy. (riz/mie)

Mobile_AP_Rectangle 1

PASURUAN, Radar Bromo – Kondisi ruas jembatan Manaruwi-Latek di Bangil, Kabupaten Pasuruan, yang landasan dan kakinya alami keretakan jadi perhatian. Tahun ini ruas jembatan di jalur nasional itu bakal direhab.

Kepastian itu diungkapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII wilayah Gempol, Pasuruan, Probolinggo Rudy Napitupulu. Menurutnya, landasan dan kaki jembatan yang alami retak bakal diganti secara keseluruhan.

“Ada keretakan di landasan dan kaki jembatan. Jadi harus diperbaiki. Kalau tetap dipaksa bisa membahayakan bagi pengguna jalan,” ungkap Rudy.

Mobile_AP_Half Page

Pria asal Kota Medan, Sumut ini menjelaskan, baik landasan maupun kaki jembatan ini bakal diganti dengan menggunakan box culvert berukuran enam meter. Tujuannya, agar lebih cepat dan lebih tahan lama.

Pengerjaannya sendiri diestimasi bisa diselesaikan dalam waktu tiga bulan. Sehingga, tidak akan terlalu lama mengganggu arus lalu lintas selama proses pengerjaannya.

Rencananya, pengerjaan bisa dilakukan pada triwulan kedua. Sebab, saat ini pihaknya masih melakukan proses lelang untuk pelaksana perbaikan rehab jembatan dan jalan dari Gempol sampai Probolinggo. Total anggaran yang disiapkan oleh BBPJN VIII sendiri adalah Rp 18 miliar. Ini untuk kontrak long segment jalan sepanjang 119 kilometer.

“Kalau diperbaiki dengan aspal biasa, bisa makan waktu enam bulan. Dan ketahanan juga kalah sama penggunaan box culvert. Makanya rehab akan dilakukan dengan box culvert,”sebut Rudy. (riz/mie)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2