alexametrics
24 C
Probolinggo
Sunday, 28 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Pembunuh Adik Kandung Pernah Sakit Jiwa, Bagaimana Hukumnya?

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

REMBANG, Radar Bromo – Mustofa alias Tofa, 40, langsung dibawa polisi usai dibekuk di tepi Jalan raya Raci. Untuk menangkap pembunuh Musafir, polisi bahkan sampai harus mengeluarkan tembakan peringatan. Tofa sempat dilarikan ke RSUD Bangil untuk mendapatkan perawatan. Sebab, sejumlah tubuhnya luka-luka imbas amukan massa.

Menurut kabar yang beredar, Tofa diketahui pernah mengalami sakit jiwa. Bahkan lelaki ini pernah dirawat di rumah sakit jiwa. Hal ini juga dibenarkan oleh sejumlah warga.

Kepala Dusun Jati, Desa Pandean, Kecamatan Rembang, Nur Hasan menyampaikan, pelaku selama ini memang memiliki gangguan kejiwaan. Bahkan, ia sempat dirawat di RSJ Lawang, Kabupaten Malang. Tidak hanya sekali, tapi dua kali. Sekitar tahun 2017 dan 2018.

TKP: Lokasi rumah korban yang dipasang garis polisi. Di dalam kamar rumah inilah Musafir alias Safir dicangkul hingga tewas. Inset, jenazah Safir saat masih di lokasi kejadian. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

“Pelaku merupakan kakak kandung korban. Pelaku memang pernah masuk rumah sakit jiwa,” tuturnya.

Jika memang gila, bagaimana dengan proses hukumnya?

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adrian menyampaikan, masih mendalami kasus pembunuhan tersebut. Pihaknya belum memastikan motif dari tindak pembunuhan tersebut. Ia juga belum bisa menguraikan adanya indikasi pelaku mengalami gangguan kejiwaan.

“Pelaku kami amankan terlebih dahulu. Kami masih mendalami motif terduga pelaku. Kami juga tidak bisa memastikan, apakah terduga pelaku mengalami gangguan kejiwaan. Karena, hal itu harus dibuktikan dengan ahli,” bebernya.

Pacul Kepala Adiknya hingga Tewas, Pria di Rembang Ini Diamankan

Seperti diberitakan sebelumnya, terjadi pembunuhan di Dusun Jati, Desa Pandean, Kecamatan Rembang. Pelakunya adalah Mustofa alias Tofa. Dia tega memacul Musafir, 33, yang tak lain adalah adik kandungnya sendiri. Peritiwa itu terjadi Senin (25/1) pagi. Usai menghabisi adiknya, Tofa sempat kabur, namun berhasil dibekuk di tepi Jalan raya Raci, tepatnya di sekitar Pos Polantas Pier. (one/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

REMBANG, Radar Bromo – Mustofa alias Tofa, 40, langsung dibawa polisi usai dibekuk di tepi Jalan raya Raci. Untuk menangkap pembunuh Musafir, polisi bahkan sampai harus mengeluarkan tembakan peringatan. Tofa sempat dilarikan ke RSUD Bangil untuk mendapatkan perawatan. Sebab, sejumlah tubuhnya luka-luka imbas amukan massa.

Menurut kabar yang beredar, Tofa diketahui pernah mengalami sakit jiwa. Bahkan lelaki ini pernah dirawat di rumah sakit jiwa. Hal ini juga dibenarkan oleh sejumlah warga.

Kepala Dusun Jati, Desa Pandean, Kecamatan Rembang, Nur Hasan menyampaikan, pelaku selama ini memang memiliki gangguan kejiwaan. Bahkan, ia sempat dirawat di RSJ Lawang, Kabupaten Malang. Tidak hanya sekali, tapi dua kali. Sekitar tahun 2017 dan 2018.

Mobile_AP_Half Page

TKP: Lokasi rumah korban yang dipasang garis polisi. Di dalam kamar rumah inilah Musafir alias Safir dicangkul hingga tewas. Inset, jenazah Safir saat masih di lokasi kejadian. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

“Pelaku merupakan kakak kandung korban. Pelaku memang pernah masuk rumah sakit jiwa,” tuturnya.

Jika memang gila, bagaimana dengan proses hukumnya?

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adrian menyampaikan, masih mendalami kasus pembunuhan tersebut. Pihaknya belum memastikan motif dari tindak pembunuhan tersebut. Ia juga belum bisa menguraikan adanya indikasi pelaku mengalami gangguan kejiwaan.

“Pelaku kami amankan terlebih dahulu. Kami masih mendalami motif terduga pelaku. Kami juga tidak bisa memastikan, apakah terduga pelaku mengalami gangguan kejiwaan. Karena, hal itu harus dibuktikan dengan ahli,” bebernya.

Pacul Kepala Adiknya hingga Tewas, Pria di Rembang Ini Diamankan

Seperti diberitakan sebelumnya, terjadi pembunuhan di Dusun Jati, Desa Pandean, Kecamatan Rembang. Pelakunya adalah Mustofa alias Tofa. Dia tega memacul Musafir, 33, yang tak lain adalah adik kandungnya sendiri. Peritiwa itu terjadi Senin (25/1) pagi. Usai menghabisi adiknya, Tofa sempat kabur, namun berhasil dibekuk di tepi Jalan raya Raci, tepatnya di sekitar Pos Polantas Pier. (one/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2