alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Entaskan 58 dari 220 Hektare Kawasan Kumuh di Kab Pasuruan

BANGIL, Radar Bromo – Tidak mudah mengentaskan kawasan kumuh. Pemkab Pasuruan telah mengucurkan puluhan miliar untuk membebaskan 200 hektare kawasan kumuh di Kabupaten Pasuruan. Baru tertangani 58 hektare.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan Hari Aprianto menjelaskan, program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya, kondisi infrastruktur yang harus diperbaiki.

Program Kotaku dijalankan sejak beberapa tahun terakhir. Targetnya, pada 2024, kurang lebih 200 hektare wilayah kumuh Kabupaten Pasuruan bisa tertangani.

”Memang tak mudah. Karena banyak hal yang harus dibenahi. Terutama infrastrukturnya,” terang Hari.

Tahun ini saja, Pemkab Pasuruan telah mengalokasikan dana kurang lebih Rp 10 miliar. Belum termasuk kucuran dana dari pemerintah pusat. Dana itu dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur di enam kecamatan yang menjadi sasaran program Kotaku. Masing-masing Nguling, Gondangwetan, Pohjentrek, Kraton, Beji, dan Bangil. ”Seperti perbaikan drainase, pavingisasi, dan beberapa perbaikan infrastruktur lain,” jelasnya.

Konsultan Tim Asisten Kota Mandiri Wildan mengungkapkan, luas kawasan kumuh di Kabupaten Pasuruan sebenarnya terus berkurang. Namun, masih banyak yang perlu ditangani. Sebab, hingga saat ini, baru 58 hektare yang tertangani.

BANGIL, Radar Bromo – Tidak mudah mengentaskan kawasan kumuh. Pemkab Pasuruan telah mengucurkan puluhan miliar untuk membebaskan 200 hektare kawasan kumuh di Kabupaten Pasuruan. Baru tertangani 58 hektare.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan Hari Aprianto menjelaskan, program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya, kondisi infrastruktur yang harus diperbaiki.

Program Kotaku dijalankan sejak beberapa tahun terakhir. Targetnya, pada 2024, kurang lebih 200 hektare wilayah kumuh Kabupaten Pasuruan bisa tertangani.

”Memang tak mudah. Karena banyak hal yang harus dibenahi. Terutama infrastrukturnya,” terang Hari.

Tahun ini saja, Pemkab Pasuruan telah mengalokasikan dana kurang lebih Rp 10 miliar. Belum termasuk kucuran dana dari pemerintah pusat. Dana itu dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur di enam kecamatan yang menjadi sasaran program Kotaku. Masing-masing Nguling, Gondangwetan, Pohjentrek, Kraton, Beji, dan Bangil. ”Seperti perbaikan drainase, pavingisasi, dan beberapa perbaikan infrastruktur lain,” jelasnya.

Konsultan Tim Asisten Kota Mandiri Wildan mengungkapkan, luas kawasan kumuh di Kabupaten Pasuruan sebenarnya terus berkurang. Namun, masih banyak yang perlu ditangani. Sebab, hingga saat ini, baru 58 hektare yang tertangani.

MOST READ

BERITA TERBARU

/