alexametrics
27C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Kejaksaan Sebut Ada yang Kembalikan Uang Pemotongan BOP Kemenag

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

BANGIL, Radar Bromo – Mencuatnya kasus pemotongan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Kemenag RI, membuat sejumlah pihak yang diduga terlibat, panas dingin. Bahkan, beberapa pihak disebut-sebut berusaha untuk mengembalikan uang hasil pemotongan tersebut, agar tidak ikut terlibat diseret ke kejaksaan.

Plh Kasi Intel Kejari Kabupaten Pasuruan, Denny Saputra menyampaikan, penelusuran adanya dugaan pemotongan dana dari Kemenag RI untuk pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan di Kabupaten Pasuruan, terus didalaminya. Sejauh ini, beberapa orang yang berkaitan dengan kasus tersebut, sudah dipanggili untuk dimintai keterangannya.

Tidak hanya dari koordinator yang ada di kecamatan. Tetapi juga dari Kemenag Kabupaten Pasuruan, yang tak luput dari sorotannya. Tak kurang ada sekitar 21 orang yang sudah diperiksa Korps Adhyaksa.

Dari hasil pemeriksaan itu, ada beberapa temuan yang didapat. Selain kuatnya indikasi pemotongan, juga ada upaya pengembalian uang bantuan yang telah dipotong tersebut.

“Kami masih mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti. Memang, tidak semua dipotong. Tapi, sebagian besar ada pemotongan tersebut. Dari temuan awal kami, bukan hanya dugaan pemotongan yang kami temukan begitu kuat. Tetapi juga, adanya upaya untuk pengembalian bantuan tersebut juga mencuat,” beber Denny.

Lelaki yang juga menjabat Kasipidsus Kejari Kabupaten Pasuruan itu menegaskan, kalau pihaknya tak akan memberikan kompromi terhadap para pencoleng bantuan Kemenag. Pengusutan secara mendalam akan dilakukannya, untuk memburu siapa saja orang yang ikut menikmati uang haram tersebut.

“Kami tegaskan, tidak ada ampun bagi pencoleng BOP Kemenag. Urusan surga aja berani dikorupsi, bagaimana mau masuk surga,” sambungnya.

Menurut Denny, proses penelusuran tersebut memang masih berlangsung. Butuh waktu tidak sebentar. Karena, banyak lembaga yang terlibat. Ada lebih dari 1.400 lembaga yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dugaan pemotongan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dari Kemenag RI mencuat di Kabupaten Pasuruan. Dana bantuan yang seharusnya dipergunakan untuk prokes di lingkungan TPQ, Madin serta Ponpes tersebut, dipotongi. Besaran pemotongan yang dilakukan, bervariasi.

Antara 20 persen hingga 50 persen. Di Kabupaten Pasuruan sendiri, ada kurang lebih 1.400 lembaga yang terkait. Mulai dari TPQ, Madin serta Ponpes. Masing-masing lembaga, disupport bantuan yang berbeda.

Untuk Madin dan TPQ, rata-rata memperoleh bantuan Rp 10 juta. Sementara untuk pesantren, berkisar antara Rp 20 juta sampai Rp 50 juta. Pemotongan tersebut, jelas sangat merugikan keuangan negara. Karena, program yang seharusnya dipergunakan semaksimal mungkin, malah tidak bisa jalan dengan baik. (one/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

BANGIL, Radar Bromo – Mencuatnya kasus pemotongan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Kemenag RI, membuat sejumlah pihak yang diduga terlibat, panas dingin. Bahkan, beberapa pihak disebut-sebut berusaha untuk mengembalikan uang hasil pemotongan tersebut, agar tidak ikut terlibat diseret ke kejaksaan.

Plh Kasi Intel Kejari Kabupaten Pasuruan, Denny Saputra menyampaikan, penelusuran adanya dugaan pemotongan dana dari Kemenag RI untuk pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan di Kabupaten Pasuruan, terus didalaminya. Sejauh ini, beberapa orang yang berkaitan dengan kasus tersebut, sudah dipanggili untuk dimintai keterangannya.

Tidak hanya dari koordinator yang ada di kecamatan. Tetapi juga dari Kemenag Kabupaten Pasuruan, yang tak luput dari sorotannya. Tak kurang ada sekitar 21 orang yang sudah diperiksa Korps Adhyaksa.

Mobile_AP_Half Page

Dari hasil pemeriksaan itu, ada beberapa temuan yang didapat. Selain kuatnya indikasi pemotongan, juga ada upaya pengembalian uang bantuan yang telah dipotong tersebut.

“Kami masih mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti. Memang, tidak semua dipotong. Tapi, sebagian besar ada pemotongan tersebut. Dari temuan awal kami, bukan hanya dugaan pemotongan yang kami temukan begitu kuat. Tetapi juga, adanya upaya untuk pengembalian bantuan tersebut juga mencuat,” beber Denny.

Lelaki yang juga menjabat Kasipidsus Kejari Kabupaten Pasuruan itu menegaskan, kalau pihaknya tak akan memberikan kompromi terhadap para pencoleng bantuan Kemenag. Pengusutan secara mendalam akan dilakukannya, untuk memburu siapa saja orang yang ikut menikmati uang haram tersebut.

“Kami tegaskan, tidak ada ampun bagi pencoleng BOP Kemenag. Urusan surga aja berani dikorupsi, bagaimana mau masuk surga,” sambungnya.

Menurut Denny, proses penelusuran tersebut memang masih berlangsung. Butuh waktu tidak sebentar. Karena, banyak lembaga yang terlibat. Ada lebih dari 1.400 lembaga yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dugaan pemotongan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dari Kemenag RI mencuat di Kabupaten Pasuruan. Dana bantuan yang seharusnya dipergunakan untuk prokes di lingkungan TPQ, Madin serta Ponpes tersebut, dipotongi. Besaran pemotongan yang dilakukan, bervariasi.

Antara 20 persen hingga 50 persen. Di Kabupaten Pasuruan sendiri, ada kurang lebih 1.400 lembaga yang terkait. Mulai dari TPQ, Madin serta Ponpes. Masing-masing lembaga, disupport bantuan yang berbeda.

Untuk Madin dan TPQ, rata-rata memperoleh bantuan Rp 10 juta. Sementara untuk pesantren, berkisar antara Rp 20 juta sampai Rp 50 juta. Pemotongan tersebut, jelas sangat merugikan keuangan negara. Karena, program yang seharusnya dipergunakan semaksimal mungkin, malah tidak bisa jalan dengan baik. (one/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2