alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Proyek Plengsengan di Oro-oro Ombo Wetan Rembang Dipertanyakan

REMBANG, Radar Bromo – Proyek pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di Desa Oro-Oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang, menjadi sorotan warga. Mereka menduga proyek itu tidak tuntas meski seharusnya selesai November 2021 lalu.

Dinas PU Bina Marga memastikan proyek itu sudah tuntas. Yang tidak selesai adalah kelebihan.

Menurut Anis, salah seorang warga Rembang, proyek peningkatan saluran drainase itu dibiayai dengan anggaran Rp 98 juta. Ada datanya di papan nama proyek. Termasuk, rentang waktu penggarapan selama 45 hari. Yaitu, sejak 24 September 2021.

Seharusnya, lanjut Anis, proyek TPT sepanjang kurang lebih 50 meter itu diselesaikan pada November 2021. Namun, kenyataannya di lapangan, ada bagian yang belum dikerjakan sepenuhnya. ”Belum selesai kok sudah ditinggal,” ungkap Anis. Dia menambahkan, kurang lebih ada 3 meter bagian yang belum selesai.

Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan Cahyo Fajar menjelaskan, peningkatan saluran drainase tersebut sudah selesai sepenuhnya. Ada bagian yang belum rampung. Tapi, itu sebenarnya merupakan kelebihan. Bukan kekurangan.

”Pekerjaannya sudah selesai,” tegasnya. Cahyo menyatakan dirinya telah mengomunikasikan kondisi plengsengan itu dengan pelaksana proyek TPT tersebut. Kontraktor diminta merapikan kelebihan itu supaya tidak terkesan tak selesai. (one/far)

REMBANG, Radar Bromo – Proyek pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di Desa Oro-Oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang, menjadi sorotan warga. Mereka menduga proyek itu tidak tuntas meski seharusnya selesai November 2021 lalu.

Dinas PU Bina Marga memastikan proyek itu sudah tuntas. Yang tidak selesai adalah kelebihan.

Menurut Anis, salah seorang warga Rembang, proyek peningkatan saluran drainase itu dibiayai dengan anggaran Rp 98 juta. Ada datanya di papan nama proyek. Termasuk, rentang waktu penggarapan selama 45 hari. Yaitu, sejak 24 September 2021.

Seharusnya, lanjut Anis, proyek TPT sepanjang kurang lebih 50 meter itu diselesaikan pada November 2021. Namun, kenyataannya di lapangan, ada bagian yang belum dikerjakan sepenuhnya. ”Belum selesai kok sudah ditinggal,” ungkap Anis. Dia menambahkan, kurang lebih ada 3 meter bagian yang belum selesai.

Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan Cahyo Fajar menjelaskan, peningkatan saluran drainase tersebut sudah selesai sepenuhnya. Ada bagian yang belum rampung. Tapi, itu sebenarnya merupakan kelebihan. Bukan kekurangan.

”Pekerjaannya sudah selesai,” tegasnya. Cahyo menyatakan dirinya telah mengomunikasikan kondisi plengsengan itu dengan pelaksana proyek TPT tersebut. Kontraktor diminta merapikan kelebihan itu supaya tidak terkesan tak selesai. (one/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/