alexametrics
28.1 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Gelontor Rp 4 Miliar untuk Keruk Kali dan Saluran Irigasi

BANGIL, Radar Bromo – Anggaran Rp 4 miliar diharapkan benar-benar efektif untuk memfungsikan jaringan irigasi dan mencegah banjir. Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang (SDA TR) Kabupaten Pasuruan mengeruk sekitar 65 sungai dan saluran irigasi. Semuanya tuntas.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Dinas SDAir TR Kabupaten Pasuruan Imam Nurwahyudi menyatakan, normalisasi dan pengerukan bertujuan untuk mengembalikan fungsi saluran air ataupun jaringan irigasi. Sebab, tidak sedikit saluran dan jaringan irigasi yang kondisinya tidak normal. Misalnya, semakin dangkal dan banyak sampah. Air sungai pun tidak lancar dan tersumbat. Rawan meluap.

”Sumbatan-sumbatan itu berdampak aliran air tidak lancar. Bahkan, berisiko terjadi bencana banjir,” terangnya.

Imam menyebutkan, pekerjaan normalisasi 65 titik saluran irigasi itu sudah rampung. Semua telah dikeruk agar kondisinya kembali normal. Di antaranya, jaringan irigasi di wilayah Desa Tambakan, Kecamatan Bangil; Dusun Pasinan, Desa/Kecamatan Beji; dan desa-desa di Kecamatan Rembang.

Sebagian pekerjaan normalisasi dilakukan dengan alat berat berupa ekskavator. Alat berat itu dioperasikan jika mampu menjangkau titik-titik yang sulit dilewati. Pengerukan berjalan cepat. Namun, ada pula normalisasi yang dilakukan secara manual oleh pekerja. Masing-masing 26 pekerjaan menggunakan alat berat dan 39 memakai tenaga manusia.

BANGIL, Radar Bromo – Anggaran Rp 4 miliar diharapkan benar-benar efektif untuk memfungsikan jaringan irigasi dan mencegah banjir. Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang (SDA TR) Kabupaten Pasuruan mengeruk sekitar 65 sungai dan saluran irigasi. Semuanya tuntas.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Dinas SDAir TR Kabupaten Pasuruan Imam Nurwahyudi menyatakan, normalisasi dan pengerukan bertujuan untuk mengembalikan fungsi saluran air ataupun jaringan irigasi. Sebab, tidak sedikit saluran dan jaringan irigasi yang kondisinya tidak normal. Misalnya, semakin dangkal dan banyak sampah. Air sungai pun tidak lancar dan tersumbat. Rawan meluap.

”Sumbatan-sumbatan itu berdampak aliran air tidak lancar. Bahkan, berisiko terjadi bencana banjir,” terangnya.

Imam menyebutkan, pekerjaan normalisasi 65 titik saluran irigasi itu sudah rampung. Semua telah dikeruk agar kondisinya kembali normal. Di antaranya, jaringan irigasi di wilayah Desa Tambakan, Kecamatan Bangil; Dusun Pasinan, Desa/Kecamatan Beji; dan desa-desa di Kecamatan Rembang.

Sebagian pekerjaan normalisasi dilakukan dengan alat berat berupa ekskavator. Alat berat itu dioperasikan jika mampu menjangkau titik-titik yang sulit dilewati. Pengerukan berjalan cepat. Namun, ada pula normalisasi yang dilakukan secara manual oleh pekerja. Masing-masing 26 pekerjaan menggunakan alat berat dan 39 memakai tenaga manusia.

MOST READ

BERITA TERBARU

/