alexametrics
30 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Dewan Pendidikan: Pelajar Jangan Kendur Terapkan Prokes

BANGIL, Radar Bromo – Kasus Covid-19 memang terus berkurang. Pasien di rumah sakit pun nihil. Pembelajaran tatap muka juga berlangsung lancar di sekolah. Namun, murid, guru, kepala sekolah, maupun orang tua diingatkan agar tidak lengah. Harus tetap patuh protokol kesehatan. Pelajar dan pengajar wajib disiplin prokes.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan Zainal Abidin menyoroti tanda-tanda penurunan disiplin dalam penerapan prokes. Dia mengaku sering menjumpai banyak pelajar bergerombol. Mereka berkerumun saat di sekolah. Tidak pakai masker. Baik saat berangkat maupun pulang sekolah. Fenomena itu ditemukan saat dewan pendidikan memantau ke sekolah-sekolah yang menerapkan pembelajaran tatap muka.

”Ini menjadi catatan kami. Banyak siswa yang mulai kendur mematuhi protokol kesehatan,” kata Habib Zainal, sapaan akrabnya.

Menurut dia, secara keseluruhan, penerapan pembelajaran tatap muka berjalan dengan baik. Sarana penunjang sudah disiapkan di sekolah-sekolah. Mulai fasilitas cuci tangan hingga hand sanitizer. Tapi, tidak sedikit siswa yang terlihat mulai abai menjalankan protokol kesehatan. Tidak pakai masker, terutama saat pulang sekolah.

”Karena lupa atau bagaimana. Ini patut menjadi perhatian semua agar senantiasa mengingatkan pelajar. Baik orang tua di rumah maupun guru di sekolah,” tuturnya.

Habib Zainal menegaskan, penerapan protokol kesehatan tidak boleh diabaikan. Karena pandemi belum berakhir. ”Jangan sampai kendur meski kasus Covid-19 di Kabupaten Pasuruan relatif minim,” bebernya.

BANGIL, Radar Bromo – Kasus Covid-19 memang terus berkurang. Pasien di rumah sakit pun nihil. Pembelajaran tatap muka juga berlangsung lancar di sekolah. Namun, murid, guru, kepala sekolah, maupun orang tua diingatkan agar tidak lengah. Harus tetap patuh protokol kesehatan. Pelajar dan pengajar wajib disiplin prokes.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan Zainal Abidin menyoroti tanda-tanda penurunan disiplin dalam penerapan prokes. Dia mengaku sering menjumpai banyak pelajar bergerombol. Mereka berkerumun saat di sekolah. Tidak pakai masker. Baik saat berangkat maupun pulang sekolah. Fenomena itu ditemukan saat dewan pendidikan memantau ke sekolah-sekolah yang menerapkan pembelajaran tatap muka.

”Ini menjadi catatan kami. Banyak siswa yang mulai kendur mematuhi protokol kesehatan,” kata Habib Zainal, sapaan akrabnya.

Menurut dia, secara keseluruhan, penerapan pembelajaran tatap muka berjalan dengan baik. Sarana penunjang sudah disiapkan di sekolah-sekolah. Mulai fasilitas cuci tangan hingga hand sanitizer. Tapi, tidak sedikit siswa yang terlihat mulai abai menjalankan protokol kesehatan. Tidak pakai masker, terutama saat pulang sekolah.

”Karena lupa atau bagaimana. Ini patut menjadi perhatian semua agar senantiasa mengingatkan pelajar. Baik orang tua di rumah maupun guru di sekolah,” tuturnya.

Habib Zainal menegaskan, penerapan protokol kesehatan tidak boleh diabaikan. Karena pandemi belum berakhir. ”Jangan sampai kendur meski kasus Covid-19 di Kabupaten Pasuruan relatif minim,” bebernya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/