alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Tuesday, 7 December 2021

Warung di Stasiun Bangil Diratakan PT KAI

BANGIL, Radar Bromo – Puluhan tahun sudah lapak-lapak pedagang berdiri di kawasan Stasiun Bangil. Rata-rata berupa warung pedagang yang mencari nafkah dengan berjualan makanan. Selasa (23/11), belasan warung itu diratakan dengan tanah. Dirobohkan. PT KAI berencana menata kawasan sekitar stasiun untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

Pembongkaran belasan bangunan itu dilakukan dengan alat berat. Mulai pukul 09.00. Satu per satu warung diruntuhkan dengan ekskavator. Suara ambruk atap terdengar keras. Disusul robohnya dinding bangunan. Para pedagang hanya bisa menonton tempat mereka mengais rezeki itu luluh lantak. Warga sekitar juga menyaksikannya.

Cukup sekitar dua jam. Belasan bangunan yang selama ini menghidupi keluarga pedagang itu luluh lantak. Sekitar pukul 11.00. Semuanya sudah rata dengan tanah. Di lokasi, petugas dari kepolisian dan Satpol PP Kabupaten Pasuruan berjaga. Puluhan personel dikerahkan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penolakan. Namun, para pedagang terlihat memilih pasrah. Meski raut wajah mereka tampak kecewa. Sedih.

”Memang bukan milik kami. Kami ikhlaskan saja,” ucap Sujar, salah seorang pedagang makanan yang warungnya kena gusur.

Sujar mengakui, warungnya menempati lahan milik PT KAI. Dia ikhlas. Namun, dia berharap ada tindak lanjut setelah pembongkaran tersebut. Sebab, bagaimanapun, bangunan tersebut satu-satunya tempat mencari nafkah baginya. ”Kami harap ada kompensasi atau disediakan tempat untuk kembali berdagang,” harap dia.

BANGIL, Radar Bromo – Puluhan tahun sudah lapak-lapak pedagang berdiri di kawasan Stasiun Bangil. Rata-rata berupa warung pedagang yang mencari nafkah dengan berjualan makanan. Selasa (23/11), belasan warung itu diratakan dengan tanah. Dirobohkan. PT KAI berencana menata kawasan sekitar stasiun untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

Pembongkaran belasan bangunan itu dilakukan dengan alat berat. Mulai pukul 09.00. Satu per satu warung diruntuhkan dengan ekskavator. Suara ambruk atap terdengar keras. Disusul robohnya dinding bangunan. Para pedagang hanya bisa menonton tempat mereka mengais rezeki itu luluh lantak. Warga sekitar juga menyaksikannya.

Cukup sekitar dua jam. Belasan bangunan yang selama ini menghidupi keluarga pedagang itu luluh lantak. Sekitar pukul 11.00. Semuanya sudah rata dengan tanah. Di lokasi, petugas dari kepolisian dan Satpol PP Kabupaten Pasuruan berjaga. Puluhan personel dikerahkan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penolakan. Namun, para pedagang terlihat memilih pasrah. Meski raut wajah mereka tampak kecewa. Sedih.

”Memang bukan milik kami. Kami ikhlaskan saja,” ucap Sujar, salah seorang pedagang makanan yang warungnya kena gusur.

Sujar mengakui, warungnya menempati lahan milik PT KAI. Dia ikhlas. Namun, dia berharap ada tindak lanjut setelah pembongkaran tersebut. Sebab, bagaimanapun, bangunan tersebut satu-satunya tempat mencari nafkah baginya. ”Kami harap ada kompensasi atau disediakan tempat untuk kembali berdagang,” harap dia.

MOST READ

BERITA TERBARU