Normalisasi Kalimati Bangil, Bupati: Tak Serta-Merta Digusur

BAKAL DIKERUK: Warga berburu di area Kalimati atau Bangiltak. Bupati Irsyad Yusuf memastikan bila ada penggusuran dalam normalisasi Kalimati, pemerintah bisa menyiapkan solusi seperti pembangunan rumah petak atau rumah susun untuk warga. (Jawa Pos Radar Bromo Photo)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo – Wacana pengerukan Kalimati atau Bangiltak, sempat jadi sorotan DPRD setempat. Sebab, bisa diikuti penggusuran rumah warga.

“Bukankah warga sudah bertahun-tahun tinggal di wilayah setempat? Kalau sampai digusur, bagaimana nasib mereka?” kata Najib Setiawan, anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan.

Najib juga menyampaikan persoalan ini dalam pandangan umum fraksinya, di paripurna tentang P-APBD 2020, kemarin (22/8). Ia mempertanyakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menyiapkan program pengerukan Kalimati itu. “Apa yang disiapkan pemerintah daerah, kalau penggusuran dilakukan,” tandasnya.

Ia pun menyarankan agar tidak sampai ada penggusuran terhadap ratusan rumah warga. Sebaiknya, ada sela untuk rumah warga dengan sungai yang dikeruk. Sehingga, masyarakat di Kedungringin dan Kedungboto masih bisa menghuni rumahnya.

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf menegaskan, program normalisasi Kalimati merupakan rencana pemerintah pusat. Tujuannya, untuk mengatasi masalah banjir yang kerap melanda kawasan setempat.

“Sebenarnya, kami mengajukan kolam retensi. Tapi, yang disetujui adalah normalisasi Kalimati. Dan ini merupakan upaya dalam mengatasi banjir di wilayah setempat,” sampai Irsyad.

Ia memastikan, pemerintah tidak akan semena-mena. Penggusuran tidak akan dilakukan serta-merta. Karena bila benar-benar program pengerukan Kalimati itu dilakukan, tentunya akan ada sosialisasi yang intens dilakukan.

“Pastinya ada solusi dan sosialisasi yang dilakukan. Misalnya penyiapan rumah petak atau rumah susun untuk warga. Jadi, tidak serta-merta digusur,” tegasnya. (one/mie)