alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Penghujan, Jalan Rusak Rejosalam-Kejayan Kian Memprihatinkan

KEJAYAN, Radar Bromo – Kerusakan ruas jalan Rejosalam-Kejayan kian memprihatinkan saat penghujan. Para pengguna jalan pun harus ekstrawaspada. Sebab, ruas jalan yang rusak cukup membahayakan.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo di lokasi Selasa (23/2) siang, kerusakan yang terjadi makin melebar dan dalam. Salah seorang warga Pasrepan, Firman, 24, mengatakan, pihaknya berharap jalan setempat segera diperbaiki.

“Ini adalah jalan alternatif. Ketika warga Pasrepan hendak ke Kejayan pastinya lewat jalur ini. Tetapi kini kondisinya tambah parah dan berbahaya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Pasuruan Listiani tak menampik dengan kerusakan jalan setempat yang kian parah.

Menurutnya, sebenarnya tahun ini ruas jalan setempat sudah dianggarkan perbaikan. Tetapi rencana itu pupus karena ada aturan baru terkait penggunaan bagi hasil cukai rokok.

“Tidak ada (perbaikan jalan dari DBHCHT) untuk tahun ini. Karena ada tauran baru dana bagi hasil cukai tidak boleh untuk itu. Jadi, ya tidak ada anggarannya. Ini sama dengan yang di Kedawung-Banyubiru,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, rencana perbaikan jalan itu bakal diusulkan pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Nantinya jika disetujui, bakal dilakukan perbaikan pada 2022 mendatang. “Untuk tahun ini tidak ada anggarannya,” ungkapnya. (sid/mie)

KEJAYAN, Radar Bromo – Kerusakan ruas jalan Rejosalam-Kejayan kian memprihatinkan saat penghujan. Para pengguna jalan pun harus ekstrawaspada. Sebab, ruas jalan yang rusak cukup membahayakan.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo di lokasi Selasa (23/2) siang, kerusakan yang terjadi makin melebar dan dalam. Salah seorang warga Pasrepan, Firman, 24, mengatakan, pihaknya berharap jalan setempat segera diperbaiki.

“Ini adalah jalan alternatif. Ketika warga Pasrepan hendak ke Kejayan pastinya lewat jalur ini. Tetapi kini kondisinya tambah parah dan berbahaya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Pasuruan Listiani tak menampik dengan kerusakan jalan setempat yang kian parah.

Menurutnya, sebenarnya tahun ini ruas jalan setempat sudah dianggarkan perbaikan. Tetapi rencana itu pupus karena ada aturan baru terkait penggunaan bagi hasil cukai rokok.

“Tidak ada (perbaikan jalan dari DBHCHT) untuk tahun ini. Karena ada tauran baru dana bagi hasil cukai tidak boleh untuk itu. Jadi, ya tidak ada anggarannya. Ini sama dengan yang di Kedawung-Banyubiru,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, rencana perbaikan jalan itu bakal diusulkan pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Nantinya jika disetujui, bakal dilakukan perbaikan pada 2022 mendatang. “Untuk tahun ini tidak ada anggarannya,” ungkapnya. (sid/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/