alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Pembangunan Polikesehatan RSUD Bangil Maret Masuk Lelang

BANGIL, Radar Bromo – Perbaikan gedung polikesehatan di RSUD Bangil diproyeksikan bisa dilakukan triwulan kedua tahun ini. Pasalnya, proses lelang gedung miliaran rupiah itu tengah disiapkan pihak manajemen rumah sakit pelat merah tersebut.

Humas RSUD Bangil M. Hayat menyampaikan, pembangunan gedung polikesehatan di RSUD Bangil diperlukan untuk menunjang pelayanan. Sebab, kapasitas gedung yang ada saat ini kurang mumpuni, seiring pandemi Covid-19.

Tidak sedikit sarana gedung pelayanan yang diubah. Seperti gedung pelayanan untuk perawatan pasien jantung. “Pasien penyakit jantung, harus dipindahkan ke tempat lain karena gedung yang ada saat ini digunakan untuk penanganan Covid-19. Padahal, keberadaan pasien jantung juga membutuhkan penanganan ekstra,” beber Hayat.

Hal ini yang menjadi pertimbangan RSUD Bangil untuk menambah ruang pelayanan. Pihak rumah sakit tidak bisa melakukan perluasan lantaran keterbatasan lahan. Sehingga, yang bisa dilakukan dengan pembangunan gedung di atas gedung yang sudah ada, untuk menambah ruang layanan.

Bidikan manajemen adalah gedung pelayanan poli. Gedung tersebut, akan dipermak menjadi lantai dua. “Saat ini gedung poli kan baru satu lantai. Nantinya, akan kami kembangkan menjadi dua lantai,” jelasnya.

Anggaran sebesar Rp 8 miliar pun disiapkan. Dana tersebut, untuk membangun lantai dua gedung poli tersebut. Besaran anggaran itu dialokasikan dari DBHCHT 2021. Fungsi gedung itu nantinya, tentu tidak hanya untuk jantung. Tetapi untuk memaksimalkan pelayanan sejumlah poli di RSUD Bangil.

Saat ini perencanaan sudah dilakukan. Hayat menguraikan, tengah melakukan persiapan untuk melelang pelaksanaan pembangunannya. Ancang-ancangnya, Maret 2021 ini lelang bisa dilakukan. (one/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Perbaikan gedung polikesehatan di RSUD Bangil diproyeksikan bisa dilakukan triwulan kedua tahun ini. Pasalnya, proses lelang gedung miliaran rupiah itu tengah disiapkan pihak manajemen rumah sakit pelat merah tersebut.

Humas RSUD Bangil M. Hayat menyampaikan, pembangunan gedung polikesehatan di RSUD Bangil diperlukan untuk menunjang pelayanan. Sebab, kapasitas gedung yang ada saat ini kurang mumpuni, seiring pandemi Covid-19.

Tidak sedikit sarana gedung pelayanan yang diubah. Seperti gedung pelayanan untuk perawatan pasien jantung. “Pasien penyakit jantung, harus dipindahkan ke tempat lain karena gedung yang ada saat ini digunakan untuk penanganan Covid-19. Padahal, keberadaan pasien jantung juga membutuhkan penanganan ekstra,” beber Hayat.

Hal ini yang menjadi pertimbangan RSUD Bangil untuk menambah ruang pelayanan. Pihak rumah sakit tidak bisa melakukan perluasan lantaran keterbatasan lahan. Sehingga, yang bisa dilakukan dengan pembangunan gedung di atas gedung yang sudah ada, untuk menambah ruang layanan.

Bidikan manajemen adalah gedung pelayanan poli. Gedung tersebut, akan dipermak menjadi lantai dua. “Saat ini gedung poli kan baru satu lantai. Nantinya, akan kami kembangkan menjadi dua lantai,” jelasnya.

Anggaran sebesar Rp 8 miliar pun disiapkan. Dana tersebut, untuk membangun lantai dua gedung poli tersebut. Besaran anggaran itu dialokasikan dari DBHCHT 2021. Fungsi gedung itu nantinya, tentu tidak hanya untuk jantung. Tetapi untuk memaksimalkan pelayanan sejumlah poli di RSUD Bangil.

Saat ini perencanaan sudah dilakukan. Hayat menguraikan, tengah melakukan persiapan untuk melelang pelaksanaan pembangunannya. Ancang-ancangnya, Maret 2021 ini lelang bisa dilakukan. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/