alexametrics
27C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Gangguan Jiwa, Pembunuh Adik Kandung di Rembang Dibantarkan ke RSJ

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

BANGIL, Radar Bromo – Tersangka pembunuhan adik kandung, M. Musthofa, 40, dipastikan mengalami gangguan kejiwaan. RSJ Lawang melalui surat keterangannya menyebutkan bahwa tersangka memang gila.

Meski begitu, tidak serta merta kasus hukum yang menjerat warga Dusun Jati, Desa Pandean, Kecamatan Rembang, itu selesai begitu saja. Pihak kepolisian menyebut, masih akan berkoordinasi dengan Kejaksaan. Langkah ini ditujukan untuk memastikan status hukum tersangka.

“Apakah akan di-SP3 atau tidak, kami akan berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan terlebih dahulu,” kata Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda.

Adrian menjelaskan, surat keterangan bahwa tersangka mengalami gangguan jiwa sudah turun pekan lalu. Sejak itu pula, tersangka tidak lagi dititipkan di Polsek Rembang untuk ditahan. Pihaknya telah membantarkan tersangka ke RSJ Lawang agar ia memperoleh perawatan.

Pacul Kepala Adiknya hingga Tewas, Pria di Rembang Ini Diamankan

Pembantaran itu dilakukan tak lain demi menjaga kondisi kesehatan kejiwaan tersangka. Selain itu, untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan seandainya tersangka dikeluarkan dari tahanan.

“Siapa yang menjamin nantinya kalau tersangka kembali berulah,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, M. Musthofa membunuh adik kandungnya dengan cangkul, Senin (25/1). Korban adalah M. Safirudin.

Musthofa mencangkul adiknya yang saat itu tengah tidur karena diduga gangguan kejiwaannya kambuh. Sontak, kejadian itu memicu teriakan histeris dari Puniah, ibunya. Teriakan itu, mengundang warga datang ke rumah Puniah.

Sementara tersangka langsung kabur ke jalan raya Pasuruan-Surabaya. Warga kemudian mengadukan hal itu ke pihak kepolisian. Bersama warga, mengejar tersangka sampai ke Pandelegan, Desa Raci, Kecamatan Bangil.

Saat itu petugas hendak menangkapnya. Namun ia melawan. Petugas kemudian melepaskan tembakan ke udara. Tembakan itu membuatnya keder dan akhirnya ditangkap dan digebuki massa. (one/hn)

Mobile_AP_Rectangle 1

BANGIL, Radar Bromo – Tersangka pembunuhan adik kandung, M. Musthofa, 40, dipastikan mengalami gangguan kejiwaan. RSJ Lawang melalui surat keterangannya menyebutkan bahwa tersangka memang gila.

Meski begitu, tidak serta merta kasus hukum yang menjerat warga Dusun Jati, Desa Pandean, Kecamatan Rembang, itu selesai begitu saja. Pihak kepolisian menyebut, masih akan berkoordinasi dengan Kejaksaan. Langkah ini ditujukan untuk memastikan status hukum tersangka.

“Apakah akan di-SP3 atau tidak, kami akan berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan terlebih dahulu,” kata Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda.

Mobile_AP_Half Page

Adrian menjelaskan, surat keterangan bahwa tersangka mengalami gangguan jiwa sudah turun pekan lalu. Sejak itu pula, tersangka tidak lagi dititipkan di Polsek Rembang untuk ditahan. Pihaknya telah membantarkan tersangka ke RSJ Lawang agar ia memperoleh perawatan.

Pacul Kepala Adiknya hingga Tewas, Pria di Rembang Ini Diamankan

Pembantaran itu dilakukan tak lain demi menjaga kondisi kesehatan kejiwaan tersangka. Selain itu, untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan seandainya tersangka dikeluarkan dari tahanan.

“Siapa yang menjamin nantinya kalau tersangka kembali berulah,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, M. Musthofa membunuh adik kandungnya dengan cangkul, Senin (25/1). Korban adalah M. Safirudin.

Musthofa mencangkul adiknya yang saat itu tengah tidur karena diduga gangguan kejiwaannya kambuh. Sontak, kejadian itu memicu teriakan histeris dari Puniah, ibunya. Teriakan itu, mengundang warga datang ke rumah Puniah.

Sementara tersangka langsung kabur ke jalan raya Pasuruan-Surabaya. Warga kemudian mengadukan hal itu ke pihak kepolisian. Bersama warga, mengejar tersangka sampai ke Pandelegan, Desa Raci, Kecamatan Bangil.

Saat itu petugas hendak menangkapnya. Namun ia melawan. Petugas kemudian melepaskan tembakan ke udara. Tembakan itu membuatnya keder dan akhirnya ditangkap dan digebuki massa. (one/hn)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2