alexametrics
26 C
Probolinggo
Saturday, 6 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Panen Padi, Buruh Tani asal Rembang Tewas Tersambar Petir di Beji

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

BEJI, Radar Bromo-Nahas menimpa Kholil, 35. Warga Dusun Krajan, Desa Orobulu, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, yang sehari-harinya berprofesi jadi buruh tani ini, meregang nyawa usai tersambar petir.

Tragedi itu menimpa korban Minggu siang (24/1). Saat itu Kholil sedang panen padi di sawah milik Komsin di Desa Gajahbendo, Kecamatan Beji.

Kanitreskrim Polsek Beji Ipda Sumbut menceritakan, kejadian memilukan itu menimpa korban Kholil, sekitar pukul 13.30. Siang itu, Kholil sedang memanen padi di ladang sawah milik Komsin.

Kholil tidak sendirian. Ia bersama dengan sembilan buruh tani yang lain. “Korban memanen padi dengan mengoperasikan mesin perontok padi,” ujarnya mendampingi Kapolsek Beji Kompol Akhmad.

Hujan yang mengguyur lebat, tak dihiraukannya. Meski disertai petir, ia tetap sibuk dengan pekerjaannya ketimbang berteduh terlebih dahulu. Tiba-tiba petaka tak diharapkan itu terjadi.

Sambaran petir mengenai dada Kholil. Sambaran petir itu, membuat Kholil seketika meninggal dunia. “Korban sedang panen padi. Ia bersama sembilan rekannya. Saat hujan deras yang disertai petir, ia mengoperasikan mesin perontok padi. Tiba-tiba, ada sambaran petir yang mengenai korban,” jelas Sumbut.

Korban yang meninggal dunia di lokasi kejadian imbas tersambar petir itu, sempat membuat heboh. Sejumlah warga yang mendengar kabar itu, kemudian membawa korban ke Balai Desa Gajahbendo.

“Jenazah korban langsung diambil oleh pihak keluarga yang didampingi Kades Orobulu Saiful dengan mobil ambulans Puskesmas Beji,” bebernya. (one/mie)

 

Mobile_AP_Rectangle 1

BEJI, Radar Bromo-Nahas menimpa Kholil, 35. Warga Dusun Krajan, Desa Orobulu, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, yang sehari-harinya berprofesi jadi buruh tani ini, meregang nyawa usai tersambar petir.

Tragedi itu menimpa korban Minggu siang (24/1). Saat itu Kholil sedang panen padi di sawah milik Komsin di Desa Gajahbendo, Kecamatan Beji.

Kanitreskrim Polsek Beji Ipda Sumbut menceritakan, kejadian memilukan itu menimpa korban Kholil, sekitar pukul 13.30. Siang itu, Kholil sedang memanen padi di ladang sawah milik Komsin.

Mobile_AP_Half Page

Kholil tidak sendirian. Ia bersama dengan sembilan buruh tani yang lain. “Korban memanen padi dengan mengoperasikan mesin perontok padi,” ujarnya mendampingi Kapolsek Beji Kompol Akhmad.

Hujan yang mengguyur lebat, tak dihiraukannya. Meski disertai petir, ia tetap sibuk dengan pekerjaannya ketimbang berteduh terlebih dahulu. Tiba-tiba petaka tak diharapkan itu terjadi.

Sambaran petir mengenai dada Kholil. Sambaran petir itu, membuat Kholil seketika meninggal dunia. “Korban sedang panen padi. Ia bersama sembilan rekannya. Saat hujan deras yang disertai petir, ia mengoperasikan mesin perontok padi. Tiba-tiba, ada sambaran petir yang mengenai korban,” jelas Sumbut.

Korban yang meninggal dunia di lokasi kejadian imbas tersambar petir itu, sempat membuat heboh. Sejumlah warga yang mendengar kabar itu, kemudian membawa korban ke Balai Desa Gajahbendo.

“Jenazah korban langsung diambil oleh pihak keluarga yang didampingi Kades Orobulu Saiful dengan mobil ambulans Puskesmas Beji,” bebernya. (one/mie)

 

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2