alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Tuesday, 7 December 2021

Harga Minyak Goreng Melangit, Pelaku UMKM Menjerit

BANGIL, Radar Bromo – Harga minyak goreng di pasaran melambung. Para pelaku UMKM di Kabupaten Pasuruan harus memeras otak untuk mengimbangi kenaikan biaya produksi. Ada yang mengurangi sampai menghentikan sementara produksi.

Ketua Asosiasi UMKM (Usama Mikro, Kecil, Menengah) Makanan dan Minuman Kabupaten Pasuruan Agus Suyanto menyatakan, sudah sebulan terakhir ini, harga minyak goreng melambung di pasaran. Kenaikan yang terjadi mencapai 50 persen. Bahkan sampai 100 persen.

Minyak goreng kemasan 1 liter misalnya. Rata-rata menembus Rp 20 ribu. Padahal, sebelumnya hanya Rp 10 ribu sampai Rp 11 ribu. Sementara, untuk kemasan 2 liter, harganya mencapai Rp 38 ribu sampai Rp 40 ribu. Padahal, semula hanya Rp 22 ribu hingga Rp 23 ribu.

Kenaikan juga terjadi pada minyak goreng curah. Awalnya hanya Rp 305 ribu per jeriken dengan ukuran 18 liter. Namun, sekarang, sudah menembus Rp 400 ribu.

Kondisi ini memukul pelaku UMKM di Kabupaten Pasuruan karena berdampak terhadap kenaikan biaya produksi. “Padahal, pelaku usaha makanan sedang beranjak bangkit. Tapi, terpukul lagi dengan tingginya harga minyak goreng,” ujarnya.

Menurut Agus yang juga anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan tersebut, tidak sedikit pelaku usaha makanan dan minuman yang akhirnya mengurangi produksi. Bahkan, ada pula yang sampai memilih berhenti produksi. Gara-gara biaya produksi naik, keuntungan sangat minim.

”Kalau menaikkan harga, itu agak susah. Bisa membuat pembeli lari,” bebernya. Dia berharap, persoalan ini bisa diatasi. Sehingga, pelaku usaha makanan, seperti pedagang keripik, bisa tetap bertahan.

BANGIL, Radar Bromo – Harga minyak goreng di pasaran melambung. Para pelaku UMKM di Kabupaten Pasuruan harus memeras otak untuk mengimbangi kenaikan biaya produksi. Ada yang mengurangi sampai menghentikan sementara produksi.

Ketua Asosiasi UMKM (Usama Mikro, Kecil, Menengah) Makanan dan Minuman Kabupaten Pasuruan Agus Suyanto menyatakan, sudah sebulan terakhir ini, harga minyak goreng melambung di pasaran. Kenaikan yang terjadi mencapai 50 persen. Bahkan sampai 100 persen.

Minyak goreng kemasan 1 liter misalnya. Rata-rata menembus Rp 20 ribu. Padahal, sebelumnya hanya Rp 10 ribu sampai Rp 11 ribu. Sementara, untuk kemasan 2 liter, harganya mencapai Rp 38 ribu sampai Rp 40 ribu. Padahal, semula hanya Rp 22 ribu hingga Rp 23 ribu.

Kenaikan juga terjadi pada minyak goreng curah. Awalnya hanya Rp 305 ribu per jeriken dengan ukuran 18 liter. Namun, sekarang, sudah menembus Rp 400 ribu.

Kondisi ini memukul pelaku UMKM di Kabupaten Pasuruan karena berdampak terhadap kenaikan biaya produksi. “Padahal, pelaku usaha makanan sedang beranjak bangkit. Tapi, terpukul lagi dengan tingginya harga minyak goreng,” ujarnya.

Menurut Agus yang juga anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan tersebut, tidak sedikit pelaku usaha makanan dan minuman yang akhirnya mengurangi produksi. Bahkan, ada pula yang sampai memilih berhenti produksi. Gara-gara biaya produksi naik, keuntungan sangat minim.

”Kalau menaikkan harga, itu agak susah. Bisa membuat pembeli lari,” bebernya. Dia berharap, persoalan ini bisa diatasi. Sehingga, pelaku usaha makanan, seperti pedagang keripik, bisa tetap bertahan.

MOST READ

BERITA TERBARU