alexametrics
31C
Probolinggo
Friday, 22 January 2021

Nominal Bantuan RTLH di Kab Pasuruan Tak Jadi Naik

BANGIL, Radar Bromo – Rencana menaikkan nominal bantuan rehab rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Pasuruan dipastikan belum bisa direalisasikan tahun depan. Sebab, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (R-APBD), nominal anggaran untuk rehab RTLH masih tertulis sama. Yakni, tiap rumah dianggarkan Rp 15 juta untuk pembenahannya.

Kepala Dinas PU Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan Hari Aprianto mengatakan, usulan kenaikan nilai bantuan RTLH memang diwacanakan untuk naik.

Kenaikan itu untuk mengimbangi material yang relatif naik setiap tahunnya. Usulan kenaikannya, mencapai Rp 17,5 juta untuk setiap penerima.

Angka itu sama dengan nominal bantuan RTLH dari pusat. Baik itu dari Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun bantuan dari Kementerian.

Namun, hal itu bisa tak akan terlaksana. Karena nilai yang dimasukkan dalam Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) masih sama, yakni Rp 15 juta. “Memang ada wacana menaikkan. Tapi, untuk tahun 2021, sepertinya belum bisa direalisasikan,” sampainya.

Beberapa hal menjadi pertimbangan. Salah satunya, kuantitas rumah yang bisa dibedah. Dengan nominal Rp 15 juta per penerima, tentunya bisa membuat semakin banyak yang bisa mendapatkan bantuan tersebut.

Menurut Hari, setidaknya ada 2 ribu unit yang akan dibedah rumahnya tahun depan. Sebab, Pemkab telah mengusulkan setidaknya Rp 30 Miliar. Jumlah tersebut, sama dengan 2020. “Memang ada konsekuensi. Dengan nilai yang tetap, akan banyak yang bisa dibenahi,” bebernya. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU