alexametrics
33.9 C
Probolinggo
Wednesday, 20 October 2021

Guru-Guru Ini Khawatir Tidak Lulus, Pelamar PPPK Minta ”Bonus” Nilai

BANGIL, Radar Bromo Guru-guru peserta seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) khawatir. Mereka takut tidak lulus tes karena nilai ujian rendah. Para guru itu meminta ada bonus nilai berupa afirmasi untuk masa pengabdian mereka selama ini.

Guru-guru itu mendatangi Kantor DPRD Pasuruan, Rabu (22/9). Mereka curhat. Meminta para wakil rakyat agar memperjuangkan nasib para pahlawan tanpa tanda jasa itu bisa lolos seleksi PPPK.

”Kami tidak minta penurunan passing grade. Tapi, kami berharap ada afirmasi untuk masa kerja,” kata M. Yudha, koordinator Guru Tenaga Kependidikan Honorer Nonkategori 35 Plus.

Menurut Yudha, banyak aksi para guru non-ASN yang meminta ada penurunan passing grade untuk ujian PPPK pada 13 hingga 16 September 2021. Aksi itu dilakukan para guru di luar Kabupaten Pasuruan. Namun, para guru sukwan di Pasuruan melakukan hal berbeda.

Mereka meminta ada afirmasi untuk masa kerja. Dengan begitu, nilai dalam ujian seleksi PPPK bisa terangkat. Sehingga mereka bisa mencapai passing grade.

Meminta penurunan passing grade, lanjut Yudha, bisa memengaruhi reputasi pendidikan di Kabupaten Pasuruan. ”Tapi, kami berharap ada kebijakan agar masa kerja dimasukkan dalam afirmasi,” bebernya.

Afirmasi itu akan membantu para guru itu sehingga lolos menjadi PPPK. Kesejahteraan mereka juga akan terangkat. Yudha menyebutkan, ada empat kategori ujian yang digelar. Selain ujian teknis, ada ujian manajerial, sosio kultural, dan wawancara. Para pendaftar PPPK itu harus mencapai passing grade total 474 poin.

BANGIL, Radar Bromo Guru-guru peserta seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) khawatir. Mereka takut tidak lulus tes karena nilai ujian rendah. Para guru itu meminta ada bonus nilai berupa afirmasi untuk masa pengabdian mereka selama ini.

Guru-guru itu mendatangi Kantor DPRD Pasuruan, Rabu (22/9). Mereka curhat. Meminta para wakil rakyat agar memperjuangkan nasib para pahlawan tanpa tanda jasa itu bisa lolos seleksi PPPK.

”Kami tidak minta penurunan passing grade. Tapi, kami berharap ada afirmasi untuk masa kerja,” kata M. Yudha, koordinator Guru Tenaga Kependidikan Honorer Nonkategori 35 Plus.

Menurut Yudha, banyak aksi para guru non-ASN yang meminta ada penurunan passing grade untuk ujian PPPK pada 13 hingga 16 September 2021. Aksi itu dilakukan para guru di luar Kabupaten Pasuruan. Namun, para guru sukwan di Pasuruan melakukan hal berbeda.

Mereka meminta ada afirmasi untuk masa kerja. Dengan begitu, nilai dalam ujian seleksi PPPK bisa terangkat. Sehingga mereka bisa mencapai passing grade.

Meminta penurunan passing grade, lanjut Yudha, bisa memengaruhi reputasi pendidikan di Kabupaten Pasuruan. ”Tapi, kami berharap ada kebijakan agar masa kerja dimasukkan dalam afirmasi,” bebernya.

Afirmasi itu akan membantu para guru itu sehingga lolos menjadi PPPK. Kesejahteraan mereka juga akan terangkat. Yudha menyebutkan, ada empat kategori ujian yang digelar. Selain ujian teknis, ada ujian manajerial, sosio kultural, dan wawancara. Para pendaftar PPPK itu harus mencapai passing grade total 474 poin.

MOST READ

BERITA TERBARU