alexametrics
33.9 C
Probolinggo
Wednesday, 20 October 2021

114 Siswa di Kab Pasuruan Drop Out selama Pandemi

PASURUAN, Radar Bromo – Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan meminta Pemkab Pasuruan melakukan asesmen terhadap anak putus sekolah yang terdampak Covid-19. Mengingat, pandemi bukan hanya berdampak pada sosial ekonomi. Tetapi, juga kepada dunia pendidikan.

“Pemerintah harus turun tangan. Jangan sampai ada anak putus sekolah karena Covid,” kata Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan Zainal Abidin.

Menurutnya, pihaknya sejauh ini belum memiliki data tentang angka putus sekolah karena dampak Covid-19. Karena itu, ke depan bersama dinas terkait pihaknya hendak melakukan pemetaan.

“Selama kami turun ke lapangan untuk anak putus sekolah karena Covid tidak begitu signifikan ya. Memang ada itu (anak putus sekolah karena Covid, Red). Alasannya karena orang tuanya meninggal dan lainnya,” katanya.

Ia berharap, pemkab dan semua pihak turun tangan. Ia juga mewanti-wanti agar korona jangan sampai berdampak lebih jauh kepada dunia pendidikan.

“Yang pasti, harus turun tangan semua. Anak korban Covid-19 harus diberikan bantuan berupa beasiswa atau yang lain. Jangan sampai mereka putus sekolah karena Covid-19,” terangnya.

Sementara Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan menyebut, ada 114 siswa yang drop out (DO) pada periode tahun ajaran 2021/2022 atau selama pandemi. Jumlah itu terdiri atas SD dan SMP negeri/swasta.

Rinciannya, 33 siswa SD Negeri DO dari total 108.710 peserta didik atau 0,03 persen. Unutk SD swasta ada 8 peserta didik yang DO dari total peserta didik 10.594 atau sekitar 0,08 persen.

Lalu untuk SMP Negeri ada 38 siswa yang DO dari total 30.058 peserta didik atau 0,13 persen. Dan untuk SMP Swasta ada 35 siswa dari total 13.000 peserta didik atau 0,27 persen.

PASURUAN, Radar Bromo – Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan meminta Pemkab Pasuruan melakukan asesmen terhadap anak putus sekolah yang terdampak Covid-19. Mengingat, pandemi bukan hanya berdampak pada sosial ekonomi. Tetapi, juga kepada dunia pendidikan.

“Pemerintah harus turun tangan. Jangan sampai ada anak putus sekolah karena Covid,” kata Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan Zainal Abidin.

Menurutnya, pihaknya sejauh ini belum memiliki data tentang angka putus sekolah karena dampak Covid-19. Karena itu, ke depan bersama dinas terkait pihaknya hendak melakukan pemetaan.

“Selama kami turun ke lapangan untuk anak putus sekolah karena Covid tidak begitu signifikan ya. Memang ada itu (anak putus sekolah karena Covid, Red). Alasannya karena orang tuanya meninggal dan lainnya,” katanya.

Ia berharap, pemkab dan semua pihak turun tangan. Ia juga mewanti-wanti agar korona jangan sampai berdampak lebih jauh kepada dunia pendidikan.

“Yang pasti, harus turun tangan semua. Anak korban Covid-19 harus diberikan bantuan berupa beasiswa atau yang lain. Jangan sampai mereka putus sekolah karena Covid-19,” terangnya.

Sementara Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan menyebut, ada 114 siswa yang drop out (DO) pada periode tahun ajaran 2021/2022 atau selama pandemi. Jumlah itu terdiri atas SD dan SMP negeri/swasta.

Rinciannya, 33 siswa SD Negeri DO dari total 108.710 peserta didik atau 0,03 persen. Unutk SD swasta ada 8 peserta didik yang DO dari total peserta didik 10.594 atau sekitar 0,08 persen.

Lalu untuk SMP Negeri ada 38 siswa yang DO dari total 30.058 peserta didik atau 0,13 persen. Dan untuk SMP Swasta ada 35 siswa dari total 13.000 peserta didik atau 0,27 persen.

MOST READ

BERITA TERBARU