alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

BRIsyariah Gelar Akad Serentak 2.500 Nasabah Rumah Bersubsidi

JAKARTA, Radar Bromo – Kondisi pandemi Covid-19 tak menyurutkan langkah PT Bank BRIsyariah Tbk untuk membantu melayani masyarakat. BRIsyariah tetap memaksimalkan penyaluran pembiayaan rumah bersubsidi pemerintah atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Penyaluran pembiayaan rumah bersubsidi tersebut dilakukan melalui acara “Akad Serentak 2.500 Nasabah Rumah Bersubsidi Pemerintah”. Acara yang digelar lewat video conference itu disaksikan oleh Direktur Bisnis Ritel BRIsyariah Fidri Arnaldy dan Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arief Sabaruddin beserta jajaran.

Kegiatan Akad Serentak 2.500 Nasabah Rumah Bersubsidi Pemerintah ini dilakukan di 40 kota seluruh Indonesia dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Acara itu diikuti juga Pimpinan Cabang di Kantor Cabang Pasuruan M. Prasetyanto W; Pimpinan Cabang Pembantu Kantor Probolinggo Aditya Pradipta; serta Pimpinan Cabang Pembantu Kantor Pandaan Fery Anrdian Kusuma.

BRIsyariah juga tetap melakukan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 kepada seluruh nasabah yang datang ke lokasi akad.

BRIsyariah menjadi penyalur FLPP sejak 2012. Hingga tahun 2020 BRIsyariah menjadi bank syariah dengan penyaluran FLPP terbesar. Setiap tahun BRIsyariah mendapat peningkatan kuota. Di tahun 2019 BRIsyariah menyalurkan 7.672 unit kuota atau 111 persen dari target kuota di tahun 2019.

Di tahun 2020 BRIsyariah memperoleh 8.700 unit kuota. “Khusus tahun 2020, hingga bulan Juni, kami sudah menyalurkan 5.544 unit atau Rp 747,9 miliar. Jumlah ini sudah mencapai 60 persen dari target kami, yakni 8.700 unit. Dengan penandatanganan akad serentak pada hari ini, maka total unit yang telah kami salurkan adalah 8.044 unit (Rp 812 miliar) atau 92 persen dari target kuota tahun 2020 sebesar 8.700 unit (Rp 933,6 miliar). Kami optimistis pada semester II 2020 akan mencapai target, bahkan dapat melampaui target, jika mendapat kuota tambahan dari PPDPP,” ujar Direktur Bisnis Ritel BRIsyariah Fidri Arnaldy.

Di tengah pandemi Covid-19, BRIsyariah yakin masih bisa tumbuh positif. “Strategi yang diterapkan BRIsyariah adalah digitalisasi dan transformasi kultur. Kami sadar harus bertransformasi dan berinovasi untuk terus tumbuh di tengah pandemi. Transformasi ini kami arahkan sesuai visi misi kami, yaitu menjadi bank ritel terkemuka dengan beragam layanan,” lanjut Fidri.

“Selain itu, kami terus masuk ke pasar-pasar yang berpotensi. Khusus untuk penyaluran FLPP BRIsyariah bekerja sama dengan pengembang perumahan (developer) yang berkomitmen membangun rumah harga terjangkau dengan kualitas baik,” imbuhnya

FLPP turut berkontribusi terhadap pertumbuhan pembiayaan BRIsyariah yang tumbuh sekitar 55 persen secara year on year. Pertumbuhan ini ditopang oleh pembiayaan ritel yang tumbuh sekitar 96 persen secara year on year. (mut)

JAKARTA, Radar Bromo – Kondisi pandemi Covid-19 tak menyurutkan langkah PT Bank BRIsyariah Tbk untuk membantu melayani masyarakat. BRIsyariah tetap memaksimalkan penyaluran pembiayaan rumah bersubsidi pemerintah atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Penyaluran pembiayaan rumah bersubsidi tersebut dilakukan melalui acara “Akad Serentak 2.500 Nasabah Rumah Bersubsidi Pemerintah”. Acara yang digelar lewat video conference itu disaksikan oleh Direktur Bisnis Ritel BRIsyariah Fidri Arnaldy dan Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arief Sabaruddin beserta jajaran.

Kegiatan Akad Serentak 2.500 Nasabah Rumah Bersubsidi Pemerintah ini dilakukan di 40 kota seluruh Indonesia dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Acara itu diikuti juga Pimpinan Cabang di Kantor Cabang Pasuruan M. Prasetyanto W; Pimpinan Cabang Pembantu Kantor Probolinggo Aditya Pradipta; serta Pimpinan Cabang Pembantu Kantor Pandaan Fery Anrdian Kusuma.

BRIsyariah juga tetap melakukan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 kepada seluruh nasabah yang datang ke lokasi akad.

BRIsyariah menjadi penyalur FLPP sejak 2012. Hingga tahun 2020 BRIsyariah menjadi bank syariah dengan penyaluran FLPP terbesar. Setiap tahun BRIsyariah mendapat peningkatan kuota. Di tahun 2019 BRIsyariah menyalurkan 7.672 unit kuota atau 111 persen dari target kuota di tahun 2019.

Di tahun 2020 BRIsyariah memperoleh 8.700 unit kuota. “Khusus tahun 2020, hingga bulan Juni, kami sudah menyalurkan 5.544 unit atau Rp 747,9 miliar. Jumlah ini sudah mencapai 60 persen dari target kami, yakni 8.700 unit. Dengan penandatanganan akad serentak pada hari ini, maka total unit yang telah kami salurkan adalah 8.044 unit (Rp 812 miliar) atau 92 persen dari target kuota tahun 2020 sebesar 8.700 unit (Rp 933,6 miliar). Kami optimistis pada semester II 2020 akan mencapai target, bahkan dapat melampaui target, jika mendapat kuota tambahan dari PPDPP,” ujar Direktur Bisnis Ritel BRIsyariah Fidri Arnaldy.

Di tengah pandemi Covid-19, BRIsyariah yakin masih bisa tumbuh positif. “Strategi yang diterapkan BRIsyariah adalah digitalisasi dan transformasi kultur. Kami sadar harus bertransformasi dan berinovasi untuk terus tumbuh di tengah pandemi. Transformasi ini kami arahkan sesuai visi misi kami, yaitu menjadi bank ritel terkemuka dengan beragam layanan,” lanjut Fidri.

“Selain itu, kami terus masuk ke pasar-pasar yang berpotensi. Khusus untuk penyaluran FLPP BRIsyariah bekerja sama dengan pengembang perumahan (developer) yang berkomitmen membangun rumah harga terjangkau dengan kualitas baik,” imbuhnya

FLPP turut berkontribusi terhadap pertumbuhan pembiayaan BRIsyariah yang tumbuh sekitar 55 persen secara year on year. Pertumbuhan ini ditopang oleh pembiayaan ritel yang tumbuh sekitar 96 persen secara year on year. (mut)

MOST READ

BERITA TERBARU

/