alexametrics
28 C
Probolinggo
Monday, 17 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Warga Gununggangsir Beji Tutup Jalan, Ngamuk karena Jalan Rusak

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

BEJI, Radar Bromo – Jalan Talun di Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, yang lama rusak, membuat warga kesal. Senin (22/3), puluhan warga bersama aktivis memblokir atau menutup jalan setempat sebagai luapan kekesalan.

Blokir jalan dilakukan sekitar pukul 10.00. Jalan diblokir dengan cara memarkir motor di tengah jalan. Juga meletakkan lincak di jalan itu. Akibatnya, pengguna jalan tidak bisa melintas.

Erik koordinator aksi menjelaskan, kerusakan jalan Gununggangsir-Talun sudah parah. Bahkan, kondisi itu berlangsung lama.

Namun hingga kini jalan itu tidak kunjung diperbaiki. Karena itu, warga mendesak agar Jalan Talun yang rusak segera diperbaiki.

“Kami minta agar kerusakan jalan segera diperbaiki,” kata Erik.

Di sisi lain, kerusakan jalan itu kerap memicu kecelakaan. Bahkan, korbannya sudah berjatuhan.

“Sudah ada korbannya. Bahkan, ada ibu-ibu yang sekarang dirawat di rumah sakit gara-gara jatuh saat melintasi Jalan Talun yang berlubang,” beber Erik yang juga aktivis Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).

Ia pun sekali lagi mendesak agar perbaikan jalan itu segera dilakukan. Bila tidak, aksi demonstrasi lanjutan bakal dilakukan.

Ketua GMBI Distrik Pasuruan Raya Asyari mengaku prihatin dengan banyaknya jalan rusak di Kabupaten Pasuruan. Parahnya, Pemkab Pasuruan terkesan abai. Bahkan, pemkab baru bergerak ketika masyarakat bertindak atau protes.

“Banyak jalan di Kabupaten Pasuruan yang rusak, tapi tak kunjung diperbaiki. Seperti di Winongan. Perbaikan baru dilakukan ketika masyarakat turun jalan,” imbuhnya.

BAHAYAKAN PENGENDARA: Protes warga beralasan karena jalan rusak sudah acapkali menyebabkan kecelakaan. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

Kerusakan di sejumlah ruas jalan di kabupaten, menurutnya, dipengaruhi berbagai faktor. Salah satunya, tonase kendaraan yang melintas melebihi kapasitas. Pemkab seharusnya menindak kendaraan yang melebihi tonase. Sebab, setiap jalan ada kelasnya.

Sementara itu, demonstrasi sendiri berlangsung tak lama. Hanya sekitar 30 menit. Namun karena demonstrasi itu Jalan Talun-Gununggangsir jadi macet sekitar 300 meter.

Demonstrasi itu akhirnya disudahi, setelah mediasi dilakukan oleh Muspika Beji. Muspika mengajak perwakilan demonstran untuk berbicara di pendapa Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji.

Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan di Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan Cahyo Fajar menguraikan, bakal menindaklanjuti keluhan warga dengan memperbaiki jalan itu. Menurutnya, perbaikan jalan setempat memang ada beberapa tahapan. Ada pemeliharaan rutin, juga peningkatan jalan untuk jangka panjang.

Saat ini, menurutnya, sedang berlangsung tender pemeliharaan Jalan Talun. Sebagai langkah awal sambil menunggu tender selesai, pihaknya akan meminta dukungan dari perusahaan-perusahaan sekitar untuk memperbaiki jalan yang rusak. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat perbaikan jalan.

“Seperti saran dari Kapolsek Beji juga, kami akan berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan sekitar untuk membantu perbaikan jalan setempat. Akan ada beberapa tahapan yang dilakukan untuk pembenahan jalan. Salah satunya, pemeliharaan jalan. sekarang masih tahap lelang dan kemungkinan baru April ada perbaikan,” bebernya.

Selain koordinasi dengan Dinas PU Bina Marga, Camat Beji M. Agus menguraikan, pihaknya juga akan mengomunikasikan kerusakan Jalan Talun-Gununggangsir dengan Dishub setempat. Hal ini berkaitan dengan kelas jalan.

“Karena seperti yang dikeluhkan teman-teman aktivis, kelebihan tonase juga menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan. Ini yang akan kami sampaikan ke Dishub agar ada rambu kelas jalan,” tuturnya. (one/hn/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

BEJI, Radar Bromo – Jalan Talun di Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, yang lama rusak, membuat warga kesal. Senin (22/3), puluhan warga bersama aktivis memblokir atau menutup jalan setempat sebagai luapan kekesalan.

Blokir jalan dilakukan sekitar pukul 10.00. Jalan diblokir dengan cara memarkir motor di tengah jalan. Juga meletakkan lincak di jalan itu. Akibatnya, pengguna jalan tidak bisa melintas.

Erik koordinator aksi menjelaskan, kerusakan jalan Gununggangsir-Talun sudah parah. Bahkan, kondisi itu berlangsung lama.

Mobile_AP_Half Page

Namun hingga kini jalan itu tidak kunjung diperbaiki. Karena itu, warga mendesak agar Jalan Talun yang rusak segera diperbaiki.

“Kami minta agar kerusakan jalan segera diperbaiki,” kata Erik.

Di sisi lain, kerusakan jalan itu kerap memicu kecelakaan. Bahkan, korbannya sudah berjatuhan.

“Sudah ada korbannya. Bahkan, ada ibu-ibu yang sekarang dirawat di rumah sakit gara-gara jatuh saat melintasi Jalan Talun yang berlubang,” beber Erik yang juga aktivis Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).

Ia pun sekali lagi mendesak agar perbaikan jalan itu segera dilakukan. Bila tidak, aksi demonstrasi lanjutan bakal dilakukan.

Ketua GMBI Distrik Pasuruan Raya Asyari mengaku prihatin dengan banyaknya jalan rusak di Kabupaten Pasuruan. Parahnya, Pemkab Pasuruan terkesan abai. Bahkan, pemkab baru bergerak ketika masyarakat bertindak atau protes.

“Banyak jalan di Kabupaten Pasuruan yang rusak, tapi tak kunjung diperbaiki. Seperti di Winongan. Perbaikan baru dilakukan ketika masyarakat turun jalan,” imbuhnya.

BAHAYAKAN PENGENDARA: Protes warga beralasan karena jalan rusak sudah acapkali menyebabkan kecelakaan. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

Kerusakan di sejumlah ruas jalan di kabupaten, menurutnya, dipengaruhi berbagai faktor. Salah satunya, tonase kendaraan yang melintas melebihi kapasitas. Pemkab seharusnya menindak kendaraan yang melebihi tonase. Sebab, setiap jalan ada kelasnya.

Sementara itu, demonstrasi sendiri berlangsung tak lama. Hanya sekitar 30 menit. Namun karena demonstrasi itu Jalan Talun-Gununggangsir jadi macet sekitar 300 meter.

Demonstrasi itu akhirnya disudahi, setelah mediasi dilakukan oleh Muspika Beji. Muspika mengajak perwakilan demonstran untuk berbicara di pendapa Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji.

Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan di Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan Cahyo Fajar menguraikan, bakal menindaklanjuti keluhan warga dengan memperbaiki jalan itu. Menurutnya, perbaikan jalan setempat memang ada beberapa tahapan. Ada pemeliharaan rutin, juga peningkatan jalan untuk jangka panjang.

Saat ini, menurutnya, sedang berlangsung tender pemeliharaan Jalan Talun. Sebagai langkah awal sambil menunggu tender selesai, pihaknya akan meminta dukungan dari perusahaan-perusahaan sekitar untuk memperbaiki jalan yang rusak. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat perbaikan jalan.

“Seperti saran dari Kapolsek Beji juga, kami akan berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan sekitar untuk membantu perbaikan jalan setempat. Akan ada beberapa tahapan yang dilakukan untuk pembenahan jalan. Salah satunya, pemeliharaan jalan. sekarang masih tahap lelang dan kemungkinan baru April ada perbaikan,” bebernya.

Selain koordinasi dengan Dinas PU Bina Marga, Camat Beji M. Agus menguraikan, pihaknya juga akan mengomunikasikan kerusakan Jalan Talun-Gununggangsir dengan Dishub setempat. Hal ini berkaitan dengan kelas jalan.

“Karena seperti yang dikeluhkan teman-teman aktivis, kelebihan tonase juga menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan. Ini yang akan kami sampaikan ke Dishub agar ada rambu kelas jalan,” tuturnya. (one/hn/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2