alexametrics
30 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Baru 64 Desa-Kelurahan di Kab Pasuruan Terapkan e-Pak Ladi

BANGIL, Radar Bromo – Belum sepenuhnya kios e-Pak Ladi (pelayanan kependudukan langsung jadi secara elektronik) diterapkan di setiap desa. Selain masalah jaringan internet, peralatan penunjang yang belum semuanya dilengkapi menjadi penyebabnya. Hingga saat ini, baru 64 desa dan kelurahan di Kabupaten Pasuruan menerapkan e-Pak Ladi. Padahal, target Pemkab layanan tersebut bisa diterapkan di semu desa dan kelurahan di Kabupaten Pasuruan.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan, Yudha Tri Widya Sasongko menguraikan, upaya untuk penyebaran layanan e-Pak Ladi di setiap desa, memang tengah diupayakan. Dari 365 desa dan kelurahan di Kabupaten Pasuruan, baru 64 desa dan kelurahan di 15 kecamatan yang menerapkannya. Seperti di Purwodadi, Lumbang, Kejayan, Prigen dan sejumlah kecamatan lain.

Dengan jumlah tersebut, masih ada 301 desa dan kelurahan yang belum menjalannya. “Memang belum semua. Tapi, jumlahnya terus bertambah,” bebernya.

Ia menambahkan, beberapa hal menjadi faktor penerapan e-Pak Ladi belum dijalankan di semua desa dan kelurahan. Selain akses internet yang masih jadi kendala, juga masalah perangkatnya.

Masing-masing desa, masih memproses penyediaan perangkatnya. “Sekarang, penyediaan perangkat masih dilakukan di masing-masing desa. Dan memang, ada kendala pada internet,” imbuhnya.

Seperti yang disampaikan Yudha, pengembangan kios e-Pak Ladi, bukan tanpa alasan. Selama ini, masih banyak masyarakat yang datang ke Kantor Dispendukcapil di Raci untuk pengurusan adminduk. Namun, dengan keberadaan kios e-Pak Ladi, layanan adminduk bisa dilakukan di setiap desa atau kelurahan. Bukan hanya permohonan pendaftaran e-KTP tetapi juga untuk layanan yang lain. Seperti KK, akta kematian dan akta kelahiran. (one/fun)

BANGIL, Radar Bromo – Belum sepenuhnya kios e-Pak Ladi (pelayanan kependudukan langsung jadi secara elektronik) diterapkan di setiap desa. Selain masalah jaringan internet, peralatan penunjang yang belum semuanya dilengkapi menjadi penyebabnya. Hingga saat ini, baru 64 desa dan kelurahan di Kabupaten Pasuruan menerapkan e-Pak Ladi. Padahal, target Pemkab layanan tersebut bisa diterapkan di semu desa dan kelurahan di Kabupaten Pasuruan.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan, Yudha Tri Widya Sasongko menguraikan, upaya untuk penyebaran layanan e-Pak Ladi di setiap desa, memang tengah diupayakan. Dari 365 desa dan kelurahan di Kabupaten Pasuruan, baru 64 desa dan kelurahan di 15 kecamatan yang menerapkannya. Seperti di Purwodadi, Lumbang, Kejayan, Prigen dan sejumlah kecamatan lain.

Dengan jumlah tersebut, masih ada 301 desa dan kelurahan yang belum menjalannya. “Memang belum semua. Tapi, jumlahnya terus bertambah,” bebernya.

Ia menambahkan, beberapa hal menjadi faktor penerapan e-Pak Ladi belum dijalankan di semua desa dan kelurahan. Selain akses internet yang masih jadi kendala, juga masalah perangkatnya.

Masing-masing desa, masih memproses penyediaan perangkatnya. “Sekarang, penyediaan perangkat masih dilakukan di masing-masing desa. Dan memang, ada kendala pada internet,” imbuhnya.

Seperti yang disampaikan Yudha, pengembangan kios e-Pak Ladi, bukan tanpa alasan. Selama ini, masih banyak masyarakat yang datang ke Kantor Dispendukcapil di Raci untuk pengurusan adminduk. Namun, dengan keberadaan kios e-Pak Ladi, layanan adminduk bisa dilakukan di setiap desa atau kelurahan. Bukan hanya permohonan pendaftaran e-KTP tetapi juga untuk layanan yang lain. Seperti KK, akta kematian dan akta kelahiran. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/