alexametrics
25 C
Probolinggo
Thursday, 4 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Dewan Soroti Proyek SPAM Amburadul, Survei Hitung Nilai Kerugian

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

BANGIL, Radar Bromo – Mangkraknya proyek Saluran Penyedia Air Minum (SPAM) Rembang dan Beji menjadi sorotan legislatif. Dewan meminta agar gagalnya pembangunan proyek miliaran rupiah itu menjadi pelajaran bagi dinas terkait.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Salamah menyayangkan gagalnya pembangunan proyek SPAM di Rembang dan Beji. Pasalnya, proyek miliaran rupiah itu tidak bisa memberi manfaat lantaran belum rampungnya pekerjaan.

“Bagaimana saat lelang? Kok sampai dipilih. Ini harus menjadi pelajaran dinas agar hal ini tidak sampai terulang,” sampainya.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Saifullah Damanhuri menyampaikan, tiga proyek SPAM belum rampung sepenuhnya. Selain belum bisa memberi manfaat kepada masyarakat, juga masih adanya pekerjaan di lapangan.

Padahal, kontrak kerja sudah berakhir. “Kontraknya kan sudah selesai. Tapi informasi yang kami dapat, masih ada pekerjaan di lapangan,” bebernya.

Gus Saiful –sapaannya- menambahkan, tiga proyek SPAM yang dimaksud adalah SPAM Gempol, Rembang, serta Beji. Dari yang dijelaskan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman proyek SPAM Gempol dimenangkan oleh PT Kharisma Bina Kontruksi senilai Rp 5 miliar. Sedangkan Beji, dimenangi oleh PT Anugrah Mitra Kinasih senilai Rp 4 miliar. Sementara SPAM Rembang, dimenangi oleh PT Duta Komunikasi senilai Rp 13,1 miliar.

Proyek SPAM Gempol disebut-sebut sudah 100 persen rampung. Namun pihaknya mendapat informasi kalau masih ada pekerjaan pada proyek SPAM tersebut. “Itu bagaimana? Kok masih ada pekerjaan,” ujarnya.

Sementara SPAM Beji dan Rembang masih menjadi tanda tanya. Karena di lapangan, informasinya juga masih ada pekerjaan. Dan hasil pengerjaannya pun belum direkondisi dengan baik. “Kami memandang belum sepenuhnya proyek tersebut rampung,” tambahnya.

Kepala Dinas PU Perumahan dan Permukiman Kabupaten Pasuruan Hari Aprianto menuturkan, pihaknya tidak mengikuti proses pelelangan. Karena lelang proyek tersebut merupakan kewenangan Badan Layanan Pengadaan (BLP). “Lelangnya, bukan kami. Tapi di BLP,” timpalnya.

Proses pembangunan SPAM Gempol memang sudah diselesaikan 100 persen. Bahkan, pembayaran juga sudah dilakukan. Jika ada pengerjaan, bisa jadi karena ada pemeliharaan. “Nanti kami akan cek,” imbuhnya.

Sementara untuk SPAM Beji dan Rembang, sebenarnya pelaksana menyebutkan kalau pekerjaannya rampung 100 persen. Tapi pihaknya tentu perlu melakukan pengecekannya. Saat ini pengecekan masih dilakukan dengannya dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Hal ini untuk mengetahui penyelesaian di lapangan. Termasuk menghitung nilai yang harus dibayar. “BPKP sudah turun dan keliling. Kalau masih ada pekerjaan akan kami cek juga. Yang jelas, untuk kepastian progres penyelesaiannya sejauh mana, akan diketahui setelah perhitungan dari BPKP,” ulasnya.

Pihaknya pun menegaskan belum memberlakukan blacklist. Karena blacklist tersebut, baru bisa diberikan setelah penghitungan dari BPK tersebut turun. (one/mie)

Mobile_AP_Rectangle 1

BANGIL, Radar Bromo – Mangkraknya proyek Saluran Penyedia Air Minum (SPAM) Rembang dan Beji menjadi sorotan legislatif. Dewan meminta agar gagalnya pembangunan proyek miliaran rupiah itu menjadi pelajaran bagi dinas terkait.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Salamah menyayangkan gagalnya pembangunan proyek SPAM di Rembang dan Beji. Pasalnya, proyek miliaran rupiah itu tidak bisa memberi manfaat lantaran belum rampungnya pekerjaan.

“Bagaimana saat lelang? Kok sampai dipilih. Ini harus menjadi pelajaran dinas agar hal ini tidak sampai terulang,” sampainya.

Mobile_AP_Half Page

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Saifullah Damanhuri menyampaikan, tiga proyek SPAM belum rampung sepenuhnya. Selain belum bisa memberi manfaat kepada masyarakat, juga masih adanya pekerjaan di lapangan.

Padahal, kontrak kerja sudah berakhir. “Kontraknya kan sudah selesai. Tapi informasi yang kami dapat, masih ada pekerjaan di lapangan,” bebernya.

Gus Saiful –sapaannya- menambahkan, tiga proyek SPAM yang dimaksud adalah SPAM Gempol, Rembang, serta Beji. Dari yang dijelaskan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman proyek SPAM Gempol dimenangkan oleh PT Kharisma Bina Kontruksi senilai Rp 5 miliar. Sedangkan Beji, dimenangi oleh PT Anugrah Mitra Kinasih senilai Rp 4 miliar. Sementara SPAM Rembang, dimenangi oleh PT Duta Komunikasi senilai Rp 13,1 miliar.

Proyek SPAM Gempol disebut-sebut sudah 100 persen rampung. Namun pihaknya mendapat informasi kalau masih ada pekerjaan pada proyek SPAM tersebut. “Itu bagaimana? Kok masih ada pekerjaan,” ujarnya.

Sementara SPAM Beji dan Rembang masih menjadi tanda tanya. Karena di lapangan, informasinya juga masih ada pekerjaan. Dan hasil pengerjaannya pun belum direkondisi dengan baik. “Kami memandang belum sepenuhnya proyek tersebut rampung,” tambahnya.

Kepala Dinas PU Perumahan dan Permukiman Kabupaten Pasuruan Hari Aprianto menuturkan, pihaknya tidak mengikuti proses pelelangan. Karena lelang proyek tersebut merupakan kewenangan Badan Layanan Pengadaan (BLP). “Lelangnya, bukan kami. Tapi di BLP,” timpalnya.

Proses pembangunan SPAM Gempol memang sudah diselesaikan 100 persen. Bahkan, pembayaran juga sudah dilakukan. Jika ada pengerjaan, bisa jadi karena ada pemeliharaan. “Nanti kami akan cek,” imbuhnya.

Sementara untuk SPAM Beji dan Rembang, sebenarnya pelaksana menyebutkan kalau pekerjaannya rampung 100 persen. Tapi pihaknya tentu perlu melakukan pengecekannya. Saat ini pengecekan masih dilakukan dengannya dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Hal ini untuk mengetahui penyelesaian di lapangan. Termasuk menghitung nilai yang harus dibayar. “BPKP sudah turun dan keliling. Kalau masih ada pekerjaan akan kami cek juga. Yang jelas, untuk kepastian progres penyelesaiannya sejauh mana, akan diketahui setelah perhitungan dari BPKP,” ulasnya.

Pihaknya pun menegaskan belum memberlakukan blacklist. Karena blacklist tersebut, baru bisa diberikan setelah penghitungan dari BPK tersebut turun. (one/mie)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2