alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

200 Penghuni Rutan Bangil Bisa Pulang Lebih Awal

BANGIL, Radar Bromo – Program asimilasi bagi warga binaan Rutan Bangil diperpanjang. Perpanjangan itu pun memperbesar peluang penghuni rutan untuk keluar lebih cepat.

Kepala Rutan Bangil Tristiantoro Adi Wibowo mengatakan, belum berakhirnya pandemi Covid-19 menjadi alasan memperpanjang program asimilasi itu. Perpanjangan dilakukan untuk menekan jumlah hunian di Rutan Bangil. Sebab, kondisinya semakin sesak.

Saat ini, lebih dari 500 orang tinggal di Rutan kelas II B tersebut. Mereka harus hidup berimpit-impitan di tempat yang semestinya hanya berkapasitas 200 orang tersebut.

Menurut Tristiantoro, perpanjangan itu juga sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan Kemenkumham. Pemberian asimilasi bisa diberlakukan hingga pertengahan 2022. ”Ada perpanjangan sampai Juni 2022,” tambahnya.

Sejauh ini, lanjut dia, Rutan Bangil telah menjalankan program tersebut. Pada 2021 lalu, misalnya, ada kurang lebih 200 orang yang mendapatkan asimilasi. Namun, hal itu ternyata belum membuat tingkat hunian Rutan Bangil lebih longgar. Buktinya, jumlah tahanan masih sesak. Seiring dengan masuknya tahanan baru. (one/far)

BANGIL, Radar Bromo – Program asimilasi bagi warga binaan Rutan Bangil diperpanjang. Perpanjangan itu pun memperbesar peluang penghuni rutan untuk keluar lebih cepat.

Kepala Rutan Bangil Tristiantoro Adi Wibowo mengatakan, belum berakhirnya pandemi Covid-19 menjadi alasan memperpanjang program asimilasi itu. Perpanjangan dilakukan untuk menekan jumlah hunian di Rutan Bangil. Sebab, kondisinya semakin sesak.

Saat ini, lebih dari 500 orang tinggal di Rutan kelas II B tersebut. Mereka harus hidup berimpit-impitan di tempat yang semestinya hanya berkapasitas 200 orang tersebut.

Menurut Tristiantoro, perpanjangan itu juga sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan Kemenkumham. Pemberian asimilasi bisa diberlakukan hingga pertengahan 2022. ”Ada perpanjangan sampai Juni 2022,” tambahnya.

Sejauh ini, lanjut dia, Rutan Bangil telah menjalankan program tersebut. Pada 2021 lalu, misalnya, ada kurang lebih 200 orang yang mendapatkan asimilasi. Namun, hal itu ternyata belum membuat tingkat hunian Rutan Bangil lebih longgar. Buktinya, jumlah tahanan masih sesak. Seiring dengan masuknya tahanan baru. (one/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/