alexametrics
25 C
Probolinggo
Thursday, 25 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Anggaran Pemeliharaan RSUD Bangil Rp 700 Juta tanpa Lelang

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

BANGIL, Radar Bromo – Selain dikucuri anggaran untuk rehab poli, RSUD Bangil tahun ini dikucuri anggaran untuk pemeliharaan. Anggaran pemeliharaan untuk rumah sakit berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) itu mencapai Rp 700 juta.

Humas RSUD Bangil M. Hayat menjelaskan, biaya pemeliharaan gedung RSUD Bangil memang tidak sedikit. Mengingat, gedung yang ada di RSUD Bangil cukup banyak. Mulai dari IGD, poli, hingga manajemen dan gedung-gedung lain yang ada di kawasan RSUD Bangil.

Banyaknya gedung yang dimiliki itu, tak jarang membutuhkan perawatan. “Dana perawatan gedung itu kami siapkan, sekitar Rp 700 juta. Alokasi dana itu, disiapkan hingga setahun,” beber Hayat.

Ia menyampaikan, pemeliharaan gedung di RSUD Bangil tidak melalui lelang. Seperti pemeliharaan gedung yang bersumber dari APBD. Hal ini sesuai dengan Perbup Nomor 42 Tahun 2018 tentang Jenjang Nilai Pengadaan Barang dan Jasa BLUD-RSUD Bangil.

Dalam ketentuannya, untuk BLUD bisa ditangani tanpa lelang, asalkan di bawah Rp 1 miliar. “Kami bisa menggunakan dana tersebut sewaktu-waktu. Tanpa harus lelang, meski nilainya di atas Rp 200 juta,” imbuhnya.

Anggaran tersebut memang dibutuhkan. Ketika ada kebocoran atap misalnya, bisa langsung digunakan. Hal ini tentunya bisa berimbas kepada pelayanan. Sehingga, pelayanan di RSUD Bangil tidak sampai terganggu.

Besarnya pemeliharaan RSUD Bangil, memang sempat menjadi tanda tanya. Hal ini dipengaruhi penggunaannya yang tanpa lelang. Mengingat, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 700 juta.

Tapi, Hayat menjelaskan, kalau hal tersebut sudah sesuai ketentuan. “Aturannya memang diperkenankan karena BLUD. Dana tersebut, untuk rehab lantai, atap, atau yang lain,” ulasnya. (one/mie)

Mobile_AP_Rectangle 1

BANGIL, Radar Bromo – Selain dikucuri anggaran untuk rehab poli, RSUD Bangil tahun ini dikucuri anggaran untuk pemeliharaan. Anggaran pemeliharaan untuk rumah sakit berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) itu mencapai Rp 700 juta.

Humas RSUD Bangil M. Hayat menjelaskan, biaya pemeliharaan gedung RSUD Bangil memang tidak sedikit. Mengingat, gedung yang ada di RSUD Bangil cukup banyak. Mulai dari IGD, poli, hingga manajemen dan gedung-gedung lain yang ada di kawasan RSUD Bangil.

Banyaknya gedung yang dimiliki itu, tak jarang membutuhkan perawatan. “Dana perawatan gedung itu kami siapkan, sekitar Rp 700 juta. Alokasi dana itu, disiapkan hingga setahun,” beber Hayat.

Mobile_AP_Half Page

Ia menyampaikan, pemeliharaan gedung di RSUD Bangil tidak melalui lelang. Seperti pemeliharaan gedung yang bersumber dari APBD. Hal ini sesuai dengan Perbup Nomor 42 Tahun 2018 tentang Jenjang Nilai Pengadaan Barang dan Jasa BLUD-RSUD Bangil.

Dalam ketentuannya, untuk BLUD bisa ditangani tanpa lelang, asalkan di bawah Rp 1 miliar. “Kami bisa menggunakan dana tersebut sewaktu-waktu. Tanpa harus lelang, meski nilainya di atas Rp 200 juta,” imbuhnya.

Anggaran tersebut memang dibutuhkan. Ketika ada kebocoran atap misalnya, bisa langsung digunakan. Hal ini tentunya bisa berimbas kepada pelayanan. Sehingga, pelayanan di RSUD Bangil tidak sampai terganggu.

Besarnya pemeliharaan RSUD Bangil, memang sempat menjadi tanda tanya. Hal ini dipengaruhi penggunaannya yang tanpa lelang. Mengingat, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 700 juta.

Tapi, Hayat menjelaskan, kalau hal tersebut sudah sesuai ketentuan. “Aturannya memang diperkenankan karena BLUD. Dana tersebut, untuk rehab lantai, atap, atau yang lain,” ulasnya. (one/mie)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2