Jalan Nasional Gempol Sekitar Viaduk Terendam, Arus Dialihkan

LANGGANAN BANJIR: Petugas kepolisian dan kecamatan saat mengatur arus lalu lintas di areal viaduk yang terendam banjir, kemarin. (Rizal Syatori/ Radar Bromo)

Related Post

GEMPOL, Radar BromoBanjir di Desa/Kecamatan Gempol tak hanya meredam ribuan rumah warga di lima dusun. Ruas jalan nasional jurusan Surabaya-Banyuwangi pun ikut terendam.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo Kamis (23/1),  paling parah seperti terpantau di jembatan viaduk Gempol. Genangan air terpantau sekitar 50 meter di sisi timur dan barat viaduk.

Ruas jalan raya sendiri mulai terendam sejak Rabu (22/1) malam. “Tapi, ruas jalan yang terendam hanya sekitar 100 meter, dengan ketinggian air 10-40 sentimeter,” jelas Kapolsek Gempol Kompol Maryono.

Tadi malam sekitar pukul 20.00, ketinggian air terpantau sudah susut tinggal sekitar 20 sentimeter. Meski ruas jalan yang terendam hanya sepanjang sekitar 100 meter, tidak sedikit motor yang mogok usai terjebak banjir.

Bahkan, juga ada beberapa pengendara yang jatuh lantaran roda motornya terperosok ke jalan rusak di areal yang terendam banjir. “Mulai Kamis (23/1) pagi hingga siang, kami siagakan personel Sabhara dan Lantas untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas. Selain itu, warga sekitar juga ikut membantu,” imbuh perwira polisi dengan satu melati di pundaknya itu.

Agar tidak terjadi penumpukan kendaraan, petugas di lapangan pun melakukan rekayasa lalin secara buka-tutup. Untuk kendaraan dari arah Banyuwangi ke Surabaya tetap bisa melintas. Sedangkan dari Surabaya ke Banyuwangi, diarahkan lurus atau lewat  Kejapanan dan Bypass. Kecuali untuk motor dan becak.

“Ini sengaja kami tempuh dan lakukan untuk memudahkan arus lalin dan juga kenyamanan pengguna jalan yang melintas. Kalau dipaksakan lewat semua, bisa menimbulkan macet panjang,” jelasnya. (zal/mie)