alexametrics
33.9 C
Probolinggo
Wednesday, 20 October 2021

Kab Pasuruan jadi Pilot Project SIAK yang Seluruhnya Terpantau Pusat

PASURUAN, Radar Bromo – Kabupaten Pasuruan terpilih menjadi satu di antara 50 kota dan kabupaten di Indonesia yang menjadi pilot project penerapan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Terpusat.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko menjelaskan, SIAK Terpusat merupakan suatu sistem informasi yang disusun berdasar prosedur dan standardisasi khusus. Tujuannya, menata sistem administrasi kependudukan sehingga tercapai tertib administrasi di bidang dukcapil.

Dalam penerapannya, semua aktivitas data provinsi maupun kabupaten/kota terpantau oleh pusat. Masyarakat bisa melihat update data kependudukan setiap hari.

“Saat ini Pasuruan masih menggunakan SIAK Terdistribusi,” katanya. Penyimpanan database kependudukan, dari dikirim ke pusat sampai kembali ke daerah, dilakukan selama 6 bulan sekali alias per semester.

Dengan menggunakan SIAK Terpusat, lanjut Yudha, semua perubahan data dan pencetakan dokumen kependudukan langsung terintegrasi dengan semua kantor layanan. Misalnya, BPJS, perbankan, dan kantor lain. Tanpa konsolidasi manual atau harus menunggu sampai 24 jam.

Data kependudukan juga tersimpan di server Direktorat Dispenduk Capil Kemendagri. Penerbitan NIK pun bisa langsung terintegrasi real time sehingga meminimalkan kemungkinan terjadinya biodata ganda.

”Termasuk pendataan pindah datang dan perkawinan juga bisa langsung terintegrasi antarkabupaten/kota dan antarprovinsi,” tuturnya. (sid/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Kabupaten Pasuruan terpilih menjadi satu di antara 50 kota dan kabupaten di Indonesia yang menjadi pilot project penerapan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Terpusat.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko menjelaskan, SIAK Terpusat merupakan suatu sistem informasi yang disusun berdasar prosedur dan standardisasi khusus. Tujuannya, menata sistem administrasi kependudukan sehingga tercapai tertib administrasi di bidang dukcapil.

Dalam penerapannya, semua aktivitas data provinsi maupun kabupaten/kota terpantau oleh pusat. Masyarakat bisa melihat update data kependudukan setiap hari.

“Saat ini Pasuruan masih menggunakan SIAK Terdistribusi,” katanya. Penyimpanan database kependudukan, dari dikirim ke pusat sampai kembali ke daerah, dilakukan selama 6 bulan sekali alias per semester.

Dengan menggunakan SIAK Terpusat, lanjut Yudha, semua perubahan data dan pencetakan dokumen kependudukan langsung terintegrasi dengan semua kantor layanan. Misalnya, BPJS, perbankan, dan kantor lain. Tanpa konsolidasi manual atau harus menunggu sampai 24 jam.

Data kependudukan juga tersimpan di server Direktorat Dispenduk Capil Kemendagri. Penerbitan NIK pun bisa langsung terintegrasi real time sehingga meminimalkan kemungkinan terjadinya biodata ganda.

”Termasuk pendataan pindah datang dan perkawinan juga bisa langsung terintegrasi antarkabupaten/kota dan antarprovinsi,” tuturnya. (sid/far)

MOST READ

BERITA TERBARU