alexametrics
27 C
Probolinggo
Sunday, 16 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Rehab RTLH di Kab Pasuruan Baru 3,5 Persen, Mayoritas usai Lebaran

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

BANGIL, Radar Bromo – Dana sudah siap Rp 30 miliar. Sekitar 2 ribu rumah masing-masing dijatah Rp 15 juta. Namun, baru 65 pemilik yang mengambil uang itu untuk merehab rumah mereka. Masih Ramadan. Menunggu habis Lebaran.

Program bedah rumah tidak layak huni (RTLH) itu mulai berjalan. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan Hari Aprianto menyatakan, telah menyosialisasikan program itu kepada sasaran. Uang sudah cair. Diharapkan, banyak penerima yang mau segera mengambil uang mereka.

Namun, sejauh ini, belum banyak penerima yang siap membangun rumahnya. Bulan Ramadan menjadi alasan untuk menunda bongkar-bongkar rumah. Banyak penerima yang memilih membangun rumahnya setelah Hari Raya Idul Fitri.

Hari mencatat, baru sekitar 65 penerima bantuan yang mengambil dan menggunakannya untuk merehab rumah. Artinya, baru sekitar 3,5 persen. ”Selebihnya masih menunggu Lebaran,” jelasnya.

Program bedah RTLH ini ditujukan bagi warga Kabupaten Pasuruan yang tempat tinggalnya tidak layak ditempati. Mereka tinggal dalam rumah yang memprihatinkan. Dana program tersebut, Rp 15 juta baru merupakan stimulus. Sebab, nilai bantuan yang diberikan tidak akan cukup jika untuk membangun sebuah rumah yang benar-benar layak saat ini.

Kekurangannya diharapkan bisa didukung masyarakat. Misalnya, sokongan tenaga. Dengan cara itu, sikap gotong royong di tengah masyarakat masih bisa tercipta. (one/far)

Mobile_AP_Rectangle 1

BANGIL, Radar Bromo – Dana sudah siap Rp 30 miliar. Sekitar 2 ribu rumah masing-masing dijatah Rp 15 juta. Namun, baru 65 pemilik yang mengambil uang itu untuk merehab rumah mereka. Masih Ramadan. Menunggu habis Lebaran.

Program bedah rumah tidak layak huni (RTLH) itu mulai berjalan. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan Hari Aprianto menyatakan, telah menyosialisasikan program itu kepada sasaran. Uang sudah cair. Diharapkan, banyak penerima yang mau segera mengambil uang mereka.

Namun, sejauh ini, belum banyak penerima yang siap membangun rumahnya. Bulan Ramadan menjadi alasan untuk menunda bongkar-bongkar rumah. Banyak penerima yang memilih membangun rumahnya setelah Hari Raya Idul Fitri.

Mobile_AP_Half Page

Hari mencatat, baru sekitar 65 penerima bantuan yang mengambil dan menggunakannya untuk merehab rumah. Artinya, baru sekitar 3,5 persen. ”Selebihnya masih menunggu Lebaran,” jelasnya.

Program bedah RTLH ini ditujukan bagi warga Kabupaten Pasuruan yang tempat tinggalnya tidak layak ditempati. Mereka tinggal dalam rumah yang memprihatinkan. Dana program tersebut, Rp 15 juta baru merupakan stimulus. Sebab, nilai bantuan yang diberikan tidak akan cukup jika untuk membangun sebuah rumah yang benar-benar layak saat ini.

Kekurangannya diharapkan bisa didukung masyarakat. Misalnya, sokongan tenaga. Dengan cara itu, sikap gotong royong di tengah masyarakat masih bisa tercipta. (one/far)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2