alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Jaksa Diminta Jangan Hanya Sentuh Pelaku Kelas Teri di Kasus Korupsi BOP

BANGIL, Radar Bromo – Sejumlah aktivis menggeruduk kantor Kejari Kabupaten Pasuruan, Senin (21/3). Mereka mendesak agar pihak kejaksaan menyeret otak intelektual dalam kasus pemotongan dana bantuan operasional pendidikan (BOP) Kemenag RI tersebut.

Pasalnya, pemotongan dana untuk Madin, TPQ hingga Ponpes itu, tidak mungkin dilakukan tanpa ada yang memerintah. Sementara, pelaku yang ditangkap, dimungkinkan hanya “kelas terinya” saja. Sedangkan otak di balik pemotongan tersebut, masih bebas tanpa tersentuh hukum.

“Jangan hanya cecurucecuru-nya saja yang ditangkap. Kami mendorong kejaksaan, agar menangkap juga otak intelektual di balik pemotongan dana BOP tersebut,” ungkap Ketua Forum Rembuk Masyarakat Pasuruan (Format), Ismail Maki.

TOTAL SEMBILAN ORANG: Para tersangka kasus korupsi BOP Kemenag saat digelandang untuk ditahan, Kamis (17/3) petang lalu. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Menurut Maki, langkah kejaksaan membongkar sembilan tersangka pemotongan dana BOP patut diapresiasi. Hal ini menunjukkan kerja keras dari pihak Korps Adhyaksa dalam mengusut kasus tersebut.

Namun, yang perlu digarisbawahi, kata Maki-sapaannya, biang kerok atau otak intelektual dalam kasus tersebut, juga harus diberangus. “Kami apresiasilah, kinerja kejaksaan. Tapi juga patut diingat, mereka melakukan pemotongan apa mungkin tanpa perintah? Nah, inilah yang kami minta kepada pihak kejaksaan, agar mengusut tuntas kasus tersebut,” bebernya.

BANGIL, Radar Bromo – Sejumlah aktivis menggeruduk kantor Kejari Kabupaten Pasuruan, Senin (21/3). Mereka mendesak agar pihak kejaksaan menyeret otak intelektual dalam kasus pemotongan dana bantuan operasional pendidikan (BOP) Kemenag RI tersebut.

Pasalnya, pemotongan dana untuk Madin, TPQ hingga Ponpes itu, tidak mungkin dilakukan tanpa ada yang memerintah. Sementara, pelaku yang ditangkap, dimungkinkan hanya “kelas terinya” saja. Sedangkan otak di balik pemotongan tersebut, masih bebas tanpa tersentuh hukum.

“Jangan hanya cecurucecuru-nya saja yang ditangkap. Kami mendorong kejaksaan, agar menangkap juga otak intelektual di balik pemotongan dana BOP tersebut,” ungkap Ketua Forum Rembuk Masyarakat Pasuruan (Format), Ismail Maki.

TOTAL SEMBILAN ORANG: Para tersangka kasus korupsi BOP Kemenag saat digelandang untuk ditahan, Kamis (17/3) petang lalu. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Menurut Maki, langkah kejaksaan membongkar sembilan tersangka pemotongan dana BOP patut diapresiasi. Hal ini menunjukkan kerja keras dari pihak Korps Adhyaksa dalam mengusut kasus tersebut.

Namun, yang perlu digarisbawahi, kata Maki-sapaannya, biang kerok atau otak intelektual dalam kasus tersebut, juga harus diberangus. “Kami apresiasilah, kinerja kejaksaan. Tapi juga patut diingat, mereka melakukan pemotongan apa mungkin tanpa perintah? Nah, inilah yang kami minta kepada pihak kejaksaan, agar mengusut tuntas kasus tersebut,” bebernya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/