alexametrics
25 C
Probolinggo
Thursday, 25 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Polisi Selidiki Penebangan Sonokeling, Amankan Truk Pelat Merah

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

BANGIL, Radar Bromo– Polres Pasuruan tengah menyelidiki dugaan penebangan pohon sonokeling di wilayah Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuuran. Namun, penyelidikan itu belum mengarah ke tersangka. Sebab, masih ada sengketa batas lahan antara warga dengan Perhutani.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, sebuah pohon sonokeling di wilayah Cowek, Kecamatan Purwodadi, telah ditebang. Penebangan pohon tersebut berlangsung sekitar pertengahan Januari 2020.

Dalam proses pengangkutannya, pihak yang menebang menggunakan truk plat merah B 9661 KQ. Truk itu diduga milik Rumah Tangga Kepresidenan. Hal ini diketahui berdasarkan catatan di STNK kendaraan tersebut.

Persoalan ini akhirnya mencuat setelah Perhutani KPH Pasuruan mengetahui penebangan pohon sonokeling tersebut. Perhutani mengklaim, kayu itu masuk kawasan Perhutani. Meski ada pihak yang mengklaim bahwa lahan tersebut milik warga pribadi. Sehingga, seharusnya bukanlah hal yang terlarang.

Perhutani bahkan melaporkan hal itu ke pihak kepolisian. Kepolisian pun turun dan melakukan penyelidikan.

Administrator Perum Perhutani KPH Pasuruan, Ida Jatiyani menguraikan, perbuatan pelaku menebang pohon sonokeling diduga merupakan illegal logging. Karena, pohon yang ditebang masih berada di wilayah Perhutani.

“Berdasarkan peta kerja berita acara tapal batas (BATB) Perhutani, pohon tersebut masih masuk wilayah kami,” bebernya singkat.

Ia pun mempersoalkan masalah ini ke pihak kepolisian. “Kami sudah serahkan ke pihak kepolisian. Silahkan konfirmasi ke pihak kepolisian,” sampainya.

Kanit Tipidter Satreskrim Polres Pasuruan, Iptu Indra Yudha Pratama menjelaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Prosesnya memang lambat. Sebab, masih adanya persoalan sengketa batas lahan di wilayah setempat.

Satu sisi, ada warga yang mengklaim pohon tersebut berada di lahan pribadi. Sementara Perhutani menyebut, pohon itu ada kawasan Perhutani.

“Kami masih penyelidikan. Karena harus menunggu kejelasan dari BPN,” bebernya.

Jika memang berada di kawasan Perhutani, tentu ada sanksi dari pihak-pihak terkait yang terlibat pemotongan tersebut. Karena, bisa dikategorikan illegal logging. Namun, bila memang masuk tanah milik warga, tentunya tidak menjadi masalah. (one/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

BANGIL, Radar Bromo– Polres Pasuruan tengah menyelidiki dugaan penebangan pohon sonokeling di wilayah Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuuran. Namun, penyelidikan itu belum mengarah ke tersangka. Sebab, masih ada sengketa batas lahan antara warga dengan Perhutani.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, sebuah pohon sonokeling di wilayah Cowek, Kecamatan Purwodadi, telah ditebang. Penebangan pohon tersebut berlangsung sekitar pertengahan Januari 2020.

Dalam proses pengangkutannya, pihak yang menebang menggunakan truk plat merah B 9661 KQ. Truk itu diduga milik Rumah Tangga Kepresidenan. Hal ini diketahui berdasarkan catatan di STNK kendaraan tersebut.

Mobile_AP_Half Page

Persoalan ini akhirnya mencuat setelah Perhutani KPH Pasuruan mengetahui penebangan pohon sonokeling tersebut. Perhutani mengklaim, kayu itu masuk kawasan Perhutani. Meski ada pihak yang mengklaim bahwa lahan tersebut milik warga pribadi. Sehingga, seharusnya bukanlah hal yang terlarang.

Perhutani bahkan melaporkan hal itu ke pihak kepolisian. Kepolisian pun turun dan melakukan penyelidikan.

Administrator Perum Perhutani KPH Pasuruan, Ida Jatiyani menguraikan, perbuatan pelaku menebang pohon sonokeling diduga merupakan illegal logging. Karena, pohon yang ditebang masih berada di wilayah Perhutani.

“Berdasarkan peta kerja berita acara tapal batas (BATB) Perhutani, pohon tersebut masih masuk wilayah kami,” bebernya singkat.

Ia pun mempersoalkan masalah ini ke pihak kepolisian. “Kami sudah serahkan ke pihak kepolisian. Silahkan konfirmasi ke pihak kepolisian,” sampainya.

Kanit Tipidter Satreskrim Polres Pasuruan, Iptu Indra Yudha Pratama menjelaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Prosesnya memang lambat. Sebab, masih adanya persoalan sengketa batas lahan di wilayah setempat.

Satu sisi, ada warga yang mengklaim pohon tersebut berada di lahan pribadi. Sementara Perhutani menyebut, pohon itu ada kawasan Perhutani.

“Kami masih penyelidikan. Karena harus menunggu kejelasan dari BPN,” bebernya.

Jika memang berada di kawasan Perhutani, tentu ada sanksi dari pihak-pihak terkait yang terlibat pemotongan tersebut. Karena, bisa dikategorikan illegal logging. Namun, bila memang masuk tanah milik warga, tentunya tidak menjadi masalah. (one/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2