alexametrics
25.5 C
Probolinggo
Friday, 12 August 2022

Tidak Ada Anggaran Benahi Hutan Kota dan Ruang Terbuka Hijau

BANGIL, Radar Bromo – Taman-taman kota belum memperoleh perhatian pada 2021 ini. Sarana dan fasilitas ruang terbuka hijau (RTH) itu tidak ditambah. Kendalanya, ketersediaan anggaran.

RTH itu, antara lain, Taman Kota di Kalirejo dan Pogar di Kecamatan Bangil. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan Heru Ferianto menjelaskan, penambahan sarana penunjang di hutan Kota Bangil memang diperlukan. Sebab, masih banyak bagian di hutan kota tersebut yang butuh pembenahan.

Dia mencontohkan perlunya pengurukan di Hutan Kota Kalirejo. Kalau hujan, area taman kerap tergenang. Selain itu, Hutan Kota Kalirejo membutuhkan tambahan arena bermain dan ornamen lain. Misalnya, tambahan lampu hias. Dengan ornamen itu, hutan kota semakin indah.

”Beberapa bagian di dua hutan kota memang butuh pembenahan,” ungkap Heru.

Untuk membenahi hutan kota tersebut, dibutuhkan anggaran sampai ratusan juta rupiah. Sayang, hal itu belum bisa dijalankan pada 2021 ini. Sebab, banyak kebutuhan lain yang lebih prioritas untuk didulukan. Misalnya, pembuatan tempat pengelolaan sampah reduce, reuse, dan recycle (TPS 3R) di sejumlah tempat.

”Masih banyak kebutuhan anggaran yang lebih urgen,” imbuhnya. Lebih-lebih sebagian anggaran juga difokuskan pada kebutuhan penanganan pandemi Covid-19. (one/far)

BANGIL, Radar Bromo – Taman-taman kota belum memperoleh perhatian pada 2021 ini. Sarana dan fasilitas ruang terbuka hijau (RTH) itu tidak ditambah. Kendalanya, ketersediaan anggaran.

RTH itu, antara lain, Taman Kota di Kalirejo dan Pogar di Kecamatan Bangil. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan Heru Ferianto menjelaskan, penambahan sarana penunjang di hutan Kota Bangil memang diperlukan. Sebab, masih banyak bagian di hutan kota tersebut yang butuh pembenahan.

Dia mencontohkan perlunya pengurukan di Hutan Kota Kalirejo. Kalau hujan, area taman kerap tergenang. Selain itu, Hutan Kota Kalirejo membutuhkan tambahan arena bermain dan ornamen lain. Misalnya, tambahan lampu hias. Dengan ornamen itu, hutan kota semakin indah.

”Beberapa bagian di dua hutan kota memang butuh pembenahan,” ungkap Heru.

Untuk membenahi hutan kota tersebut, dibutuhkan anggaran sampai ratusan juta rupiah. Sayang, hal itu belum bisa dijalankan pada 2021 ini. Sebab, banyak kebutuhan lain yang lebih prioritas untuk didulukan. Misalnya, pembuatan tempat pengelolaan sampah reduce, reuse, dan recycle (TPS 3R) di sejumlah tempat.

”Masih banyak kebutuhan anggaran yang lebih urgen,” imbuhnya. Lebih-lebih sebagian anggaran juga difokuskan pada kebutuhan penanganan pandemi Covid-19. (one/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/