alexametrics
31.9 C
Probolinggo
Thursday, 29 July 2021

Belum Semua Desa di Kab Pasuruan Punya Bak Kontainer Sampah

BANGIL, Radar Bromo – Pelayanan sampah masih menjadi masalah warga Kabupaten Pasuruan. Hingga saat ini, belum semua desa disediakan bak kontainer sampah. Kondisi bak sampah itu pun banyak yang rusak.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan mencatat, saat ini, hanya ada sekitar 160 unit bak truk sampah di kabupaten. Jumlah itu masih sangat kurang. Lebih-lebih, tidak semua kontainer sampah itu dalam keadaan menunjang. Sebagian rusak karna termakan usia.

Kepala Bidang Persampahan Kabupaten Pasuruan Syahnur Indra mengatakan, jumlah kontainer sampah yang dimiliki DLH memang belum ideal. Jadi, belum mampu menjangkau setiap desa dan kelurahan.

Idealnya, lanjut Syahnur, satu desa dan kelurahan bisa disediakan setidaknya dua hingga empat bak truk sampah. Namun, kenyataannya jauh dari ideal. ”Bahkan, ada desa yang belum tersedia bak sampah. Karena memang jumlahnya, terbatas,” imbuhnya.

Di wilayah Kabupaten Pasuruan, terdapat 365 desa dan kelurahan. Sementara, jumlah bak truk sampah yang dimiliki tak sampai 200 unit. Karena itu, kontainer sampah belum menjangkau semua desa dan kelurahan.

Syahnur beralasan, kondisi itu terjadi karena ketersediaan anggaran. Biaya pembelian bak truk sampah bisa lebih dari Rp 30 juta per unit. ”Anggaran yang dibutuhkan besar. Sementara, banyak hal yang lebih perlu diprioritaskan,” tandasnya. (one/far)

BANGIL, Radar Bromo – Pelayanan sampah masih menjadi masalah warga Kabupaten Pasuruan. Hingga saat ini, belum semua desa disediakan bak kontainer sampah. Kondisi bak sampah itu pun banyak yang rusak.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan mencatat, saat ini, hanya ada sekitar 160 unit bak truk sampah di kabupaten. Jumlah itu masih sangat kurang. Lebih-lebih, tidak semua kontainer sampah itu dalam keadaan menunjang. Sebagian rusak karna termakan usia.

Kepala Bidang Persampahan Kabupaten Pasuruan Syahnur Indra mengatakan, jumlah kontainer sampah yang dimiliki DLH memang belum ideal. Jadi, belum mampu menjangkau setiap desa dan kelurahan.

Idealnya, lanjut Syahnur, satu desa dan kelurahan bisa disediakan setidaknya dua hingga empat bak truk sampah. Namun, kenyataannya jauh dari ideal. ”Bahkan, ada desa yang belum tersedia bak sampah. Karena memang jumlahnya, terbatas,” imbuhnya.

Di wilayah Kabupaten Pasuruan, terdapat 365 desa dan kelurahan. Sementara, jumlah bak truk sampah yang dimiliki tak sampai 200 unit. Karena itu, kontainer sampah belum menjangkau semua desa dan kelurahan.

Syahnur beralasan, kondisi itu terjadi karena ketersediaan anggaran. Biaya pembelian bak truk sampah bisa lebih dari Rp 30 juta per unit. ”Anggaran yang dibutuhkan besar. Sementara, banyak hal yang lebih perlu diprioritaskan,” tandasnya. (one/far)

MOST READ

BERITA TERBARU