alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Tak Naikkan Target Metrologi Kab Pasuruan di P-APBD

PASURUAN, Radar Bromo – Realisasi penerimaan retribusi bidang metrologi di semester pertama Kabupaten Pasuruan kemarin mencapai target. Meski begitu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat tak berencana mengajukan kenaikan target dalam Perubahan APBD mendatang.

Plt Kepala Bidang Metrologi pada Disperindag Emik Irianah mengatakan, kondisi yang masih pandemi membuat kegiatan retribusi, terutama sidak, masih sangat terbatas dilakukan. “Sehingga, untuk Perubahan APBD mendatang tidak ada kenaikan target,” terangnya.

Pada awal 2020 lalu, target metrologi mencapai Rp 450 juta. Dari target tersebut, pada semester pertama kemarin mencapai Rp 233,144 juta atau 52 persen. Kalau dilihat secara persentase, realisasi masih cukup bagus. Sebab, di atas 50 persen.

Namun, jika dibandingkan periode yang sama 2019 lalu, realisasi tahun ini memang sedikit menurun. Tahun lalu di semester pertama bisa mencapai Rp 241 juta.

Bahkan, di P-APBD dinaikkan targetnya menjadi Rp 475 juta dan sampai tutup tahun 2019 lalu berhasil mencapai Rp 518 juta.

Emik mengatakan bahwa di tengah pagebluk Covid-19 ini, memang masih ada batasan terutama terkait sidak tera ulang di pasar-pasar tradisional. “Rencananya sidak di pasar ini baru dilakukan Oktober mendatang dan berharap korona sudah mulai mereda. Sedangkan untuk tera di perusahaan dan lainnya masih tetap dilakukan sesuai permintaan dan jadwal.

“Kendati tidak ada rencana kenaikan target. Namun dengan target awal sebesar Rp 450 juta, kami optimistis tetap bisa tercapai. Ini, lantaran alat ukur yang tahun lalu sudah ditera, wajib dilakukan tera ulang kembali tahun 2020 ini,” jelasnya. (eka/mie)

PASURUAN, Radar Bromo – Realisasi penerimaan retribusi bidang metrologi di semester pertama Kabupaten Pasuruan kemarin mencapai target. Meski begitu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat tak berencana mengajukan kenaikan target dalam Perubahan APBD mendatang.

Plt Kepala Bidang Metrologi pada Disperindag Emik Irianah mengatakan, kondisi yang masih pandemi membuat kegiatan retribusi, terutama sidak, masih sangat terbatas dilakukan. “Sehingga, untuk Perubahan APBD mendatang tidak ada kenaikan target,” terangnya.

Pada awal 2020 lalu, target metrologi mencapai Rp 450 juta. Dari target tersebut, pada semester pertama kemarin mencapai Rp 233,144 juta atau 52 persen. Kalau dilihat secara persentase, realisasi masih cukup bagus. Sebab, di atas 50 persen.

Namun, jika dibandingkan periode yang sama 2019 lalu, realisasi tahun ini memang sedikit menurun. Tahun lalu di semester pertama bisa mencapai Rp 241 juta.

Bahkan, di P-APBD dinaikkan targetnya menjadi Rp 475 juta dan sampai tutup tahun 2019 lalu berhasil mencapai Rp 518 juta.

Emik mengatakan bahwa di tengah pagebluk Covid-19 ini, memang masih ada batasan terutama terkait sidak tera ulang di pasar-pasar tradisional. “Rencananya sidak di pasar ini baru dilakukan Oktober mendatang dan berharap korona sudah mulai mereda. Sedangkan untuk tera di perusahaan dan lainnya masih tetap dilakukan sesuai permintaan dan jadwal.

“Kendati tidak ada rencana kenaikan target. Namun dengan target awal sebesar Rp 450 juta, kami optimistis tetap bisa tercapai. Ini, lantaran alat ukur yang tahun lalu sudah ditera, wajib dilakukan tera ulang kembali tahun 2020 ini,” jelasnya. (eka/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/